PENETAPAN GUBERNUR DIY PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH
Kata Kunci:
PENETAPAN GUBERNUR DIY PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH, PEMERINTAHAN, YOGYAKARTASinopsis
Buku berjudul: Penetapan Gubernur DIY Perspektif Fikih Siyasah disusun agar masyarakat luas lebih memahami terkait dengan ketatanegaraan Indonesia, khususnya terkait otonomi daerah, serta lebih khususnya lagi mengenai eksistensi Yogyakarta sebagai salah satu daerah istimewa yang berada di NKRI. Bukan hanya itu, wawasan kesiyasahan sebagai disiplin ilmu yang penulis ambil menjadi nuansa yang memberikan warna bagi pembahasan mengenai Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan hadirnya buku ini di tangan pembaca, diharapkan masyarakat bisa memahami eksistensi Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya dalam wawasan ketatanegaraan Indonesia saja, melainkan juga ketatanegaraan Islam. Selamat membaca!
Bab
-
KATA PENGANTAR
-
DAFTAR ISI
-
01. PENDAHULUAN
-
02. SISTEM OTONOMI DAERAH DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
-
03. FIKIH SIYASAH (HUKUM TATA NEGARA ISLAM)
-
04. PENETAPAN GUBERNUR DIY SEBAGAI VARIABEL OTONOMI KHUSUS/ DESENTRALISASI ASIMETRIS
-
05. PENETAPAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM PANDANGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN FIKIH SIYASAH
-
06. IHWAL KEPEMIMPINAN (TAHTA) PEREMPUAN
-
DAFTAR PUSTAKA
-
TENTANG PENULIS
Unduhan
Referensi
A.B. Kusuma. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2004.
A.M. Fatwa. Potret Konstitusi Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta: Kompas, 2009.
A.W. Munawwir. Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progresif, 1997.
Abdi Rohmanu. Teoritiasasi Maqasid: Dialektika Hukum Islam Dalam Etika Global. Bantul: Q-Media, 2021.
Abdillah, Rahmat Robuwan dan Junaidi. “Kajian Sosio-Yuridis Keistimewaan Yogyakarta Ditinjau Dari Status Derah Khusus Dan Daerah Istimewa Dalam Teori Negara Kesatuan Di Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Jurnal Fakta Hukum Vol. 1 (2022): 95.
Agus Santoso. Menyikap Tabir Otonomi Daerah Di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Amrah Muslimin. Aspek-Aspek Hukum Otonomi Daerah. Bandung: Alumni, 1986.
Anom Wahyu Asmorojati. Hukum Pemerintahan Daerah & Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Bingkai NKRI. Yogyakarta: UAS Press, 2020.
Ashidiqie, Jimly. Konstitusi Dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Konstitusi Press, 2005.
Astim Riyanto. “Aktualisasi Negara Kesatuan Setelah Prubahan Atas Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” Universitas Padjajaran, 2016.
Bagir Manan. Hubungan Antara Pusat Dan Daerah Menurut UUD 1945. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1994.
———. Menyongsong Fajar Otonomi Daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum FH UII, 2001.
Beni Ahmad Saebani. Filsafat Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2008.
———. Filsafat Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2024.
———. Filsafat Ilmu Dan Metode Penelitian. Bandung: Pustaka Setia, 2008.
Cholili, Achmad. “Urgensi Dan Relevansi Al-Maslahah Al-Mursalah Sebagai Metode Ijtihad Kontemporer.” At-Tahdzib 1, no. 2 (2013): 203–19.
Dardias, Bayu. “Menyiapkan Sultan Perempuan : Legitimasi Langit Dan Efektivitas Sultan Hamengkubuwono X.” Masyarakat Indonesia 42 (2016): 31–49.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1996.
Farid, Muhammad Rifa’at Adiakarti. “Polemik Sultan Perempuan Di Yogyakarta (Studi Pasca Kebijakan Penetapan Gusti Pembayun Menjadi Putri Mahkota).” An-Nawa: Jurnal Studi Islam 10 (n.d.): 84–98.
Fauzi, M Ihsan, and Tutik Hamidah. “Konsep Amanah Dalam Perspektif Al- Qur ’ an.” Journal Al-Irfani: Studi Al-Qur’an Dan Tafsir 2, no. 1 (2021): 14–25. https://doi.org/10.51700/irfani.
H.A. Djazuli. Fiqh Siyasah: Implementasi Kemaslahatan Umat Dalam Rambu-Rambu Syariah. Jakarta: Prenamedia, 2018.
Hakiki, Yuniar Riza. “Kontekstualisasi Prinsip Kekuasaan Sebagai Amanah Dalam Pertanggungjawaban Presiden Dan Wakil Presiden Republik Indonesia.” AS-SIYASI: Journal of Constitutional Law 2, no. 1 (2022): 1–20.
Hari Sabarno. Memandu Otonomi Daerah Menjaga Kesatuan Bangsa. Cetakan Ke. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Hariyanto. “Prinsip Keadilan Dan Musyawarah Dalam Hukum Islam Serta Implementasinya Dalam Negara Hukum Indonesia.” Supremasi Hukum 4, no. 1 (2015): 235–50.
Henry Maddick. Democracy, Decentralization an Development, Referinted. London: Asia Publishing Hous, 1966.
“Himpunan Risalah Sidang-Sidang Dari BPUPKI Dan PPKI Yang Berhubungan Dengan Penyusunan Undang-Undang Dasar 1945.” Sekretariat Negara Republik Indonesia, n.d.
Hotma P Sibuea. Ilmu Negara. Jakarta: Erlangga, 2014.
Huda, Ni’matul. Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Perbedaan Konstitusi Dan Perundang-Undangan Di Indonesia. Bandung: Nusa Media, 2013.
———. Desentralisasi Asemitris Dalam NKRI: Kajian Terhadap Daerah Istimewa, Daerah Khusus Dan Daerah Otonomi Khusus. Bandung: Nusa Media, 2015.
———. Desentralisasi Asimtris Dalam NKRI. Bandung: Nusa Media, 2015.
———. Hukum Pemerintahan Daerah. Bandung: Nusa Media, 2017.
———. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.
Imam Samroni, dkk. Daerah Istimewa Surakarta, Wacana Pembentukan Daerah Istimewa Surakarta Ditinjau Dari Perspektif Historis, Sosiologis, Filosofis Dan Yuridis. Yogyakarta: Pura Pustaka, 2010.
Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik. Materi Sosialisasi Empat Pila MPR RI. Jakarta: Sekretariat MPR RI, 2017.
Indra Syamsi, dkk. GKR Hemas: Ratu Di Hati Rakyat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2012.
Irwan Soejipto. Hubungan Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah. Jakarta: Rieka Cipta, 1990.
Irwansyah, and Zenal Setiawan. “Prinsip-Prinsip Fiqh Siyasah.” Jurnal Cerdas Hukum 2, no. 1 (2023): 68–75. https://e-journal.institutabdullahsaid.ac.id/index.php/jurnal-cerdas-hukum/article/view/219.
Jauhari, M Sofwan. “Penerapan Prinsip Maqashid Syariah Dalam Perundang-Undangan Di Indonesia.” Karimiyah 4, no. 1 (2024): 1–14. https://doi.org/10.59623/karimiyah.v4i1.49.
Joeniarto. Perkembangan Pemerintahan Lokal. Jakarta: Bina Aksara, 1992.
Josef Riwu Kaho. Analisa Hubungan Pemerintah Pusat Dan Daerah Di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.
Jubaedah, Pipin Syarifin dan Dedah. Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Bandung: Pustaka Setia, 2006.
Juhaya S. Praja. Teori Hukum Dan Aplikasinya. Bandung: Pustaka Setia, 2014.
Kemitraan Partnership. Kebijakan Otonomi Khusus Di Indonesia: Pembelajaran Dari Kasus Aceh, Papua, Jakarta Dan Yogyakarta. Jakarta: Kemitraan Bagi Pembaruan Tata Pemerintaan Indonesia, n.d.
Kurniawati Hastuti Dewi, Dkk. Gagasan Pemilihan Umum Kepala Daerah Asimetris: Menuju Tata Kelola Pemerintah Daerah Demokratis, Akuntabel Dan Berkelanjutan. Yogyakarta: Calipulis, 2016.
M. Laica Marzuki. Berjalan-Jalan Di Ranah Hukum, Buku Kesatu, Edisi Revisi Cetakan Kedua. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kepanitraan Mahkamah Konstitusi, 2006.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Jakarta: Sekretariat Jenderal MPR RI, 2017.
Miriam Budiardjo. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018.
Muhammad Ali Rusdi. “Maslahat Sebagai Metode Ijtihad Dan Tujuan Utama Hukum Islam.”.” Jurnal Syari’ah Dan Hukum Diktum 15, no. 2 (2017).
Musdah Mulia. Indahnya Islam Menyuarakan Kesetaraan Dan Keadilan Gender. Jakarta: Nauvan Pustaka, 2014.
Mutiara Fahmi. “Prinsip Dasar Hukum Politik Islam Dalam Perspektif Al- Quran.” Petita: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Syariah 2, no. 1 (2017): 33–43.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Peraturan Daerah Istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta NNomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten, Pub. L. No. 1 (2017).
Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pub. L. No. 13 (2012).
———. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah, Pub. L. No. 18 (1965).
———. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemernitahan Daerah, Pub. L. No. 22 (1999).
———. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, Pub. L. No. 5 (1974).
Philip Mawhood. Local Govermant in The Third World, Jhon Wisley and Sons. London: Chicester, 1983.
Presiden Republik Indonesia Serikat. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1950 Tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat Menjadi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, Pub. L. No. 7 (1950).
Ramdani Siregar dan Siti Fatimah. “Dinamika Desentralisasi Asimetris Di Daerah Istimewa Yogyakarta: Kajian Kebijakan Dan Implikasinya Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Jurnal TAPIs 19, no. 2 (2023): 64–79.
RDH. Koesoemahatmaja. Pengantar Kearah Sistem Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Bandung: Binacipta, 1979.
Riswanda Imawan. Desentralisasi, Demokrasi Dan Pembenrtukan Good Govermance. Jakarta: LIPI Pers, 2005.
Roeslan Saleh. Penjabaran Pancasila Dan UUD ’45 Dalam Perundang-Undangan. Jakarta: Aksara Baru, 1979.
Roziqin. “Sistem Desentralisasi Dalam Pemerinatahan Republik Indonesia.” Jurnal De Facto 1, no. 1 (2008).
Safriadi. Maqashid Al-Syari’ah & Mashlahah: Kajian Terhadap Pemikiran Ibnu ‘Asyur Dan Sa’Id Ramadhan Al Buthi. Lhokseumawe: Sefa Bumi Persada, 2021.
Soedarisman Purwokoeosemo. Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Press, 1984.
Sri Nur Hari Susanto. “Desentralisasi Asimetris Dalam Konteks Negara Kesatuan.” Administrative Law&Govermence Journal 2 (2019).
Sugiaryo. Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Berkaitan Dengan Pengisian Jabatan Gubernur Dan Wakil Gubernur Dalam Perspektif Negara Hukum Dan Negara Demokrasi. Yogyakarta: Nas Media Indonesia, 2021.
Sujatmo. Daerah Istimewa Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta: Bina Aksara, 1988.
Suriadi, Hari, Lince Magriasti, and Aldri Frinaldi. “Sejarah Perkembangan Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Di Indonesia.” Jurnal Media Ilmu 2, no. 2 (2023): 193–210. https://doi.org/10.31869/jmi.v2i2.4974.
Suryo Sakti Hadiwijoyo. Menggugat Keistimewaan Jogjakarta: Tarik Ulur Kepentingan, Konflik Elite, Dan Isu Perpecahan. Yogyakarta: Pinus, 2009.
Suyuthi Pulungan. Fikih Siyasah: Ajaran, Sejarah Dan Pemikiran. Yogyakarta: Ombak, 2014.
The Liang Gie. Pertumbukan Pertumbukan Pemerintahan Daerah Di Negara Republik Indonesia. Yogyakarta: Liberty, 1993.
Undang-Undang Dasar 1945 Negara Republik Indonesia (n.d.).
Usep Ranuwijaya. Swapraja, Sekarang Dan Di Hari Kemudian. Jakarta: Djambatan, 1955.
Wahyudin Darma Laksana. Filsafat Dan Politik Hukum Islam Perbankan Syariah. Bandung: Sentera Publikasi Indonesia, 2022.
Yaya M. Aziz dan Syarif Hidayat. Dinamika Sistem Politik Indonesia. Bandung: Pustaka Setia, 2016.
Yusuf Musa. Politik Dan Negara Dalam Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1990.
Zaeni Asyhadi dan Arief Rahman. Pengantar Ilmu Hukum. Depok: Raja Grafindo Persada, 2016.
Zamakhsyari Abdul Majid. “Konsep Musyawarah Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tematik).” Al Marhalah: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 1 (2020): 19–28.
