MERAJUT MIMPI MADURA PROVINSI

Penulis

PRENGKI WIRANANDA,. S.Kel,. M.Si,
Jawa Pos Radar Madura

Kata Kunci:

MERAJUT MIMPI MADURA PROVINSI, PROVINSI MADURA, MERAJUT MIMPI

Sinopsis

Gagasan besar tentang Madura sebagai provinsi bukanlah wacana baru yang lahir dari ruang politik semata. Gagasan ini berakar dari ijtihad luhur almarhum KH. Moh. Tidjani Djauhari, M.A. bersama para kiai yang tergabung dalam Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA). Ijtihad itu lahir bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan karena keikhlasan dan tanggung jawab moral terhadap masa depan Madura. Para ulama sepuh melihat dengan jernih bahwa Madura membutuhkan ruang gerak yang lebih luas untuk berkembang, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, maupun spiritual.

Buku “Merajut Mimpi, Madura Provinsi” karya Adinda Prengki Wirananda bukan sekadar rangkaian kata yang indah di atas kertas. Karya ini adalah gema Panjang dari cinta yang tulus dan kegelisahan yang jujur terhadap tanah tempat penulis lahir | dan dibesarkan. Sejak halaman pertama, pembaca akan merasakan getar semangat seorang penulis yang ingin melihat Madura tumbuh, maju, dan sejahtera.

Gagasan besar mengenai kemungkinan Madura menjadi provinsi tersendiri bukanlah semata wacana politis, melainkan ekspresi dari keinginan kolektif masyarakat untuk menata nasibnya dengan kemandirian, martabat, dan keberanian. Penulis dengan ketelitian akademik mengurai relasi antara potensi lokal dan struktur kebijakan nasional yang sering kali belum berpihak pada kebutuhan riil masyarakat Madura. Dalam konteks inilah, karya ini menjadi penting untuk membuka ruang dialog akademik sekaligus refleksi kebangsaan yang konstruktif untuk membawa dan membangun Indonesia, khususnya Madura yang lebih maju ke depan.

Membaca dan mencermati Madura sesungguhnya adalah bak membaca mozaik perjalanan panjang sejarah nusantara. Wilayah ini memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjalanan bangsa karena memiliki andil penting dan memiliki sejumlah keunikan dan juga sekaligus keistimewaan. Madura baik dari aspek kewilayahan geografis maupun kemasyarakatan juga memiliki kontribusi peran penting dalam sejarah republik ini.

Penerbitan buku “Merajut Mimpi Madura Provinsi” ini hadir dari sebuah dorongan intelektual yang berakar pada urgensi empiris dan kegelisahan struktural mengenai keadilan pembangunan regional di Indonesia. Karya ini melampaui sekadar catatan keluhan, melainkan merupakan sebuah analisis kritis dan tawaran gagasan rasional yang bertujuan untuk menata nalar publik dan membuka jalan baru dalam diskursus otonomi daerah.

 

Bab

  • selayang pandang
  • kata mereka
  • DAFTAR ISI
  • MADURA DALAM BINGLKAI SEJARAH
  • GEOGRAFI DAN DEMOGRAFI
  • KEKAYAAN ALAM DAN POTENSI DAYA SAING
  • KEKAYAAN SENI DAN BUDAYA MADURA
  • MADURA DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN
  • MIMPI MADURA PROVINSI
  • ASPIRASI DAN DINAMIKA POLITIK
  • MADURA PROVINSI DALAM PERSPEKTIF MASA DEPAN
  • EPILOG
  • DAFTAR PUSTAKA
  • TENTANG PENULIS

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

PRENGKI WIRANANDA,. S.Kel,. M.Si, , Jawa Pos Radar Madura

PRENGKI WIRANANDA,. S.Kel,. M.Si, lahir di Dusun Pandeman, Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep pada 17 Februari 1991 dari ayah (almarhum) Samli dan ibunda tercinta Sittiya. Menempuh pendidikan dari tingkat paling rendah Raudlatul Athfal (RA) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda V Gingging. Kemudian, melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 1 Sumenep. Sejak menempuh pendidikan dasar, penulis aktif di berbagai organisasi. Bahkan, hingga menempuh pendidikan tinggi di Prodi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada tahun 2010 dan menyelesaikan studi magister Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) di kampus yang sama dan lulus pada tahun 2025 penulis tercatat aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus.

            Sejak lulus studi S-1 dari UTM, penulis meniti karir di dunia jurnalistik dengan bergabung di perusahan media terbesar di Madura. Yakni, Jawa Pos Radar Madura sebagai jurnalis. Berbagai posisi pernah diduduki di perusahaan media massa tertua di Madura itu. Mulai dari Redaktur, Wakil Manajer Digital, Kepala Jawa Pos Radar Madura Biro Pamekasan hingga Redaktur Pelaksana. Penulis kemudian mendirikan media cyber yang diberi nama Klik Madura. Di perusahaan media yang didirikan itu, penulis mengambil posisi Pemimpin Redaksi sebagai tameng utama dalam menjaga idealisme jurnalistik.

            Penulis juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Di antaranya, PAC IKA PMII Kecamatan Bluto, Wakil Ketua PAC Ansor Kecamatan Bluto, Ketua PAC ISNU Kecamatan Bluto, Wakil Sekretaris Gerakan Peradaban Indonesia (GPI), Sekretaris Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, PW Ansor Jawa Timur dan Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (PNP3M). Sampai buku ini diterbitkan, penulis masih aktif menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Ilmu Kelautan (IKA IKL) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Referensi

Abdullah, R. (2022). Ketimpangan Pembangunan dan Aspirasi Desentralisasi di Madura. Jurnal Politik Lokal Indonesia, 4(2), 65–84.

Ainol Yaqin, M. (2024). Tinjauan yuridis terhadap wacana pemekaran wilayah Madura berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Agustin, D., dkk. (2020). Kajian ornamen pada rumah tradisional Madura. Jurnal Nalars, Universitas Muhammadiyah Jember.

Amiruddin, M. Z., dkk. (2023). The potential of local wisdom of karapan sapi Madura as teaching materials on Newton’s laws of physics. Repository Universitas Negeri Malang.

Amzeri, A. (2018). Tinjauan perkembangan pertanian jagung di Madura. Jurnal Rekayasa Pertanian, 16(2), 45–56.

Asmarani, I. K., Intan, A., Antariksa, A., & Ridjal, M. (2016). Tipologi elemen arsitektur rumah bangsal di Desa Larangan Luar, Pamekasan, Madura. Journal Unika.

Awwalin, R., Marsudi, S., dkk. (2022). Desain konseptual perencanaan transportasi laut waterbus: Studi kasus Kepulauan Kangean–Madura. Jurnal Wave, BRIN.

Azhar. (2009). Penyerapan kosakata bahasa Madura sebagai strategi pelestarian dan pengembangan bahasa Indonesia. ResearchGate.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2023). Laporan pembangunan wilayah Jawa Timur dan analisis ketimpangan regional. Jakarta: Bappenas.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2022). Produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di laut menurut kabupaten/kota. Surabaya: BPS Jatim.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. (2023). Indeks pembangunan manusia dan statistik kesejahteraan rakyat Jawa Timur 2023. Surabaya: BPS Jatim.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sampang. (2024). Statistik daerah Kabupaten Sampang 2024. BPS Kabupaten Sampang.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2024). Jumlah penduduk menurut kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur 2020–2024. BPS Provinsi Jawa Timur.

Basyar, M. R. (2023). Rehabilitasi dan pengembangan kawasan Pelabuhan Kamal, Madura. Jurnal Perencanaan dan Studi Regional.

BRIN. (2022). Studi evaluatif pemekaran daerah dan stabilitas politik di Indonesia. Jakarta: Pusat Riset Politik dan Pemerintahan, BRIN.

Bustanol, H. M. (2020). Opini kiai Madura terhadap pemekaran wilayah Madura. Jurnal Politik Muda, Universitas Airlangga.

Cahyono, H. (2017). Income disparity Madura Island and Surabaya City after accessibility improvement. Scitepress Proceedings on Regional Studies.

De Jonge, H. (1989). Madura dalam empat zaman: Pedagang, perkembangan ekonomi, dan Islam. Jakarta: Gramedia.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. (2024). Data profil UMKM di Pulau Madura tahun 2024. Surabaya.

Fadli, M. (2019). Dampak eksploitasi migas terhadap perekonomian lokal di Madura. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 10(2), 145–160.

Fajariyah, L. (2020). The social stratification of the Madurese society and its implications on the usage of Bhasa Madhura. Jurnal Simulacra, 3(2), 221–233.

Faridi, M. (2021). Etnolinguistik falsafah hidup masyarakat Madura. E-Journal Kopertais Madura.

Hasan, F., & Darwanto, D. H. (2017). Prospek dan tantangan usahatani tembakau Madura. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 10(1), 39–52.

Heriqbaldi, U. (2025). Bridging the gap: The impact of Suramadu Bridge provision on poverty reduction in Madura Island, Indonesia. Journal of Infrastructure and Regional Development.

Hidayat, F., & Prasetyo, D. (2021). Analisis dampak ekonomi Jembatan Suramadu terhadap pertumbuhan wilayah Madura. Jurnal Perencanaan Wilayah, Universitas Brawijaya.

Hidayat, R. (2020). Strategi penguatan daya saing garam Madura. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 15(1), 45–60.

Huda, N., Rahmat, M., & Wahyudi, A. (2021). Riset terapan dan inovasi produk garam premium di Pamekasan. Journal of Regional Innovation Studies, 5(1), 54–66.

Husein, M. B. (2013). Opini kiai Madura: Rencana pemekaran wilayah Madura menjadi provinsi. Jurnal Politik Muda, 2(1), 99–117. Universitas Airlangga.

Hutajulu, R., Maulana, T., & Siregar, D. (2020). Evaluasi kinerja daerah hasil pemekaran di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 6(2), 145–162.

Imron, A. A. (2003). Perkembangan pelabuhan Surabaya tahun 1910–1940. Repositori Universitas Airlangga.

Iqbal, N. A. (2017). Konstruksi peta cerita rakyat Madura di Pulau Madura. Repositori Kemendikdasmen.

Jailani, A., Maulana, A., & Huda, M. (2015). Potensi rumput laut di Kabupaten Sumenep. E-Jurnal Wiraraja, 5(2).

Kasjim, M. (2023). Refleksi keadilan dan identitas Madura. Bangkalan: UTM Press.

Kuncoro, M. (2020). Ekonomi pembangunan: Teori, masalah, dan kebijakan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Kuntowijoyo. (2002). Perubahan sosial dalam sejarah Indonesia. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Kutsiyah, F., Abdurahman, A., Hakim, R., & Rahman, A. (2023). Persyaratan dasar pemekaran wilayah Pamekasan dalam upaya mendukung pembentukan Provinsi Madura. Praja: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 10(3).

Latief Wiyata, A. (2002). Carok: Konflik kekerasan dan harga diri orang Madura. Yogyakarta: LKiS.

Lembaga Survei Sosial Politik Universitas Trunojoyo. (2022). Persepsi masyarakat Madura terhadap pembentukan provinsi baru. Bangkalan: UTM Press.

Lestari, N., & Fathorrahman, M. (2023). Dinamika UMKM di Kabupaten Sampang dalam perspektif digitalisasi dan kemandirian ekonomi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 15(2), 87–102.

LIPI. (2022). Kajian dampak lingkungan industri migas dan garam di pesisir Madura. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Mahfudz, R. (2024). Dual framing in Indonesian regional media: The case of Madura Province issue. Journal of Political Communication and Society, 7(1), 22–41.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2021). Putusan MK Nomor 136/PUU-XIX/2021 tentang judicial review UU No. 23 Tahun 2014. Jakarta: Sekretariat MK.

Nasrullah, N. (2019). Analisis relasi Islam dan kearifan lokal budaya Madura. Alirfani Journal.

Nasution, A. H. (2008). Sekitar proklamasi dan negara-negara bagian. Jakarta: Gunung Agung.

Nugroho, A. M. (2020). Kearifan tropis pada rumah tradisional Madura. Jurnal Jaz, Universitas Pendidikan Indonesia.

Nurkholis, A. (2022). Distribusi pendapatan sektor migas dan ketimpangan ekonomi di Sumenep. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 10(1), 65–80.

Nuris, S., & Adnan, R. (2020). Eksplorasi nilai-nilai budaya Madura dalam pembentukan karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, 12(2), 77–91.*

Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2024). Laporan tahunan investasi Jawa Timur. Surabaya: Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Timur.

Pradana, Y., & Sukmawati, R. (2023). Digital entrepreneurship and regional market expansion in Madura. Jurnal Manajemen dan Inovasi Daerah, 9(2), 101–115.

Pradika, M. F. B. (2017). Proses politik dalam wacana pemekaran Provinsi Madura. ResearchGate.

Putri Ambarwati, P., Wardah, H., & Sofian, M. O. (2019). Nilai sosial masyarakat Madura dalam kumpulan syair lagu daerah Madura. ResearchGate.

Rachman, F. (2019). Ketimpangan pembangunan Madura dan Jawa Timur. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(2), 134–152.

Rahaju, T., Raditya, A., & Pradana, G. W. (2017). Pembentukan Provinsi Madura dalam perspektif kebijakan publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 11(1), 45–62.

Razy, M. R. O. A. (2025). Budaya carok dalam perspektif lanskap alam Pulau Madura. Jurnal Darmajati, Universitas Padjadjaran.

Ricklefs, M. C. (2001). A history of modern Indonesia since c. 1200. London: Palgrave Macmillan.

Rifai, M. (2014). Manusia Madura: Pembawaan, perilaku, etos kerja, penampilan, dan pandangan hidupnya seperti direfleksikan pepatah-pepatah Madura. Yogyakarta: Pilar Media.

Roifah, M. (2025). Analysing the representation of Madurese culture and local wisdom in short films. Prosodi Journal.

Rokhyanto, R. (2015). Sikap masyarakat Madura terhadap tradisi carok. Informatika Publika, UIN Malang.

Rosalia, N. S. (2017). Thermal comfort and Madurese traditional house in Sumenep. Academia.edu.

Ruswandi, I. (2024). Blue economy dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Madura. International Journal of Science, Engineering, and Information Technology, Universitas Trunojoyo Madura.

Sanusi, A. (2024). Analisis semantik pantun dalam bahasa Madura. Lestari: Jurnal Bahasa dan Sastra.

Saragih, B. (2022). The fiscal capacity of the seven new provinces in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah.

Soerachman, R. (2019). Geografi kependudukan Madura: Sebaran spasial dan implikasinya. Majalah Geografi Indonesia.

Solihin, A. (2024). Infrastructure provision and economic growth: Effects of bridge construction in Bangkalan (Suramadu case). Journal of Regional Development.

Suardana, G. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Madura. Jurnal Pendidikan dan Budaya Lokal, 5(3), 221–238.

Suaib, A. (2020). Otonomi daerah dan efisiensi pelayanan publik di Indonesia. Jurnal Borneo Administrator, 16(2), 213–229.

Supriyono. (2020). Ekonomi biru dan keberlanjutan wilayah pesisir. Jurnal Ekonomi Kerakyatan.

Surya, F. (2024). Ekspresi identitas budaya Madura dalam sastra kontemporer. Jurnal Bahasa dan Budaya Nusantara, 10(1), 55–70.

Syahruddin, M. (2020). Peluang ekspor rumput laut Madura dalam rangka peningkatan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Maritim, 12(3), 211–227.

Syamsuddin, A. (2023). Garam Madura: Antara tradisi dan tantangan industri modern. SDGs UB Insight.

Syarifuddin, R., & Laili, S. (2023). Digitalisasi sektor perikanan di Madura dalam perspektif ekonomi kreatif. Jurnal Inovasi Ekonomi Daerah, 8(2), 132–149.

Takdir, M., Mushthafa, M., & Akmaliah, W. (2021). Forgiveness therapy as religious conflict resolution of violence conflict Carok in Pamekasan Madura. KARSA Journal of Social and Islamic Culture.

Umam, K. (2021). Pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii pada berbagai metode budidaya di perairan Sumenep. Jurnal Juvenil, 12(1), 15–23.

Utami, A., Findiastuti, W., Kuswanto, H., & Singgih, M. (2012). Tata ruang dan penilaian dampak lingkungan industri di Bangkalan pasca Suramadu berdasarkan potensi daerah. Jurnal Industri, Universitas Muhammadiyah Malang.

Wadjdi, A. F., Azhari, H., & Nurhidayat, D. (2023). Perspektif pertahanan negara dalam pemekaran wilayah: Studi kasus Madura. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 11(3), 227–244.

Wahyudi, S. (2021). Tantangan desentralisasi dan efisiensi pemerintahan di daerah baru. Jurnal Kebijakan Publik dan Pembangunan, 4(3), 45–62.

Widodo, S. (2022). Ketahanan pangan Indonesia: Strategi dan tantangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wibisono, D., & Setyawan, R. (2023). Kajian dampak sosial pembangunan kawasan industri di Madura. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Regional, 14(2), 110–124.

Yaqin, M. A. (2024). Tinjauan yuridis terhadap wacana pemekaran Provinsi Madura. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

MERAJUT MIMPI MADURA PROVINSI

Diterbitkan

6 Desember 2025

Detail format terbitan yang tersedia: PREVIEW

PREVIEW

ISBN-13 (15)

978-634-202-948-0

Dimensi Fisik

Cara Mengutip