RENUNGAN FILOSOFIS: Sebuah gugatan tentang Tuhan, Agama, dan Kehidupan

Penulis

RENALDI PRASATYA SAPUTRA
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta image/svg+xml

Kata Kunci:

renungan, tuhan, kehidupan

Sinopsis

Di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, manusia modern tidak hanya hidup dengan pertanyaan tentang “bagaimana”, tetapi juga dihantui oleh pertanyaan yang lebih mendalam, “mengapa”. Mengapa manusia hidup? Mengapa Tuhan harus ada? Mengapa manusia menderita? Untuk apa agama hadir di tengah peradaban? Dan apakah iman masih memiliki tempat di era rasionalitas dan sains modern?
Buku RENUNGAN FILOSOFIS: Sebuah Gugatan tentang Tuhan, Agama dan Kehidupan lahir dari kegelisahan-kegelisahan itu. Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan tentang agama, tetapi sebuah perjalanan batin dan intelektual untuk menelusuri pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sering kali disembunyikan dalam hati manusia. Pertanyaan yang mungkin pernah hadir di tengah malam ketika seseorang memandang langit dan bertanya tentang makna hidupnya. Pertanyaan yang terkadang muncul ketika melihat penderitaan, ketidakadilan, peperangan, kemiskinan, atau kematian. Bahkan pertanyaan yang diam-diam hadir ketika manusia merasa doa-doanya belum menemukan jawaban.
Kehadiran buku ini bukan untuk memusuhi pertanyaan-pertanyaan tersebut, melainkan untuk menghadapinya secara tenang dan filosofis. Sebab pertanyaan tidak selalu menjadi ancaman bagi iman. Justru dalam banyak hal, pertanyaan dapat menjadi jalan menuju keyakinan yang lebih matang. Iman yang lahir dari pemikiran akan berbeda dengan iman yang hanya diwariskan tanpa perenungan. Kepercayaan yang dibangun di atas kesadaran akan lebih kokoh dibanding keyakinan yang berdiri di atas ketakutan.

Bab

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • 01. Renungan Malam
  • 02. Apakah Tuhan Itu Rasional?
  • 03. Perdebatan Antara Pemuda Dan Paruhbaya
  • 04. Apakah Tuhan Hanya Sekedar Imajinasi Liar Manusia?
  • 05. Profesor Matematika Menggugat: Jika Tuhan Maha Baik, Mengapa Manusia Menderita?
  • 06. Karen Armstrong: Bagaimana Dengan Masa Depan Tuhan?
  • 07. Untuk Apa Kita Beragama?
  • 08. Untuk Apa Kita Shalat?
  • 09. Apa Makna Iman?
  • 10. Apakah Iman Harus Inklusif?
  • 11. Apakah Semua Sendi Agama Itu Rasional?
  • 12. Filsafat Syahadat
  • 13. Apa Makna La Ilaha Illa Allah?
  • 14. Mengapa Ilmu Harus Bertauhid?
  • 15. Kritik Muhammad Abduh: Al-Islam Mahjubun Bil Muslim
  • 16. Jika Adam Tidak Memakan Buah Itu, Apakah Kita Akan Hidup Di Surga?
  • 17. Buya Hamka Vs Zuhud: Tasawuf Yang Membebaskan Manusia Dari Belenggu Dehumanisasi
  • 18. Apa Sumbangsi Muslim Untuk Peradaban?
  • 19. Rumi Dan Syair Cintanya 1
  • 20. Rumi Dan Syair Cintanya 2
  • 21. Rumi Dan Syair Cintanya 3
  • 22. Rumi Dan Syair Cintanya 4
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENULIS

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

RENALDI PRASATYA SAPUTRA, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

RENALDI PRASATYA SAPUTRA lahir di Kuningan pada 25 November 1998, dari pasangan Jumheri dan Nur Aisah Darmawati. Ia tumbuh dari lingkungan keluarga sederhana yang mengajarkannya bahwa kehidupan bukan hanya tentang bagaimana bertahan, tetapi bagaimana memberi makna atas setiap perjuangan. Sejak kecil, Renaldi telah akrab dengan kesunyian renungan, pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan, dan kegelisahan intelektual yang perlahan membentuk cara pandangnya terhadap dunia. Baginya, hidup bukan sekadar perjalanan biologis manusia dari lahir menuju kematian, melainkan sebuah pencarian panjang untuk memahami hakikat diri, Tuhan, dan makna keberadaan.

Perjalanan intelektualnya dimulai ketika ia menempuh pendidikan strata satu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di ruang-ruang akademik itulah ketertarikannya terhadap filsafat, pemikiran Islam, spiritualitas, dan kemanusiaan semakin menemukan bentuknya. Ia memandang ilmu bukan sekadar alat untuk memperoleh gelar, melainkan jembatan untuk memahami realitas kehidupan secara lebih dalam. Baginya, membaca adalah cara berdialog dengan peradaban, sedangkan menulis adalah cara berdialog dengan masa depan. Dari kegemarannya menelaah pemikiran para filsuf, ulama, dan cendekiawan modern, lahirlah kecintaan terhadap dunia refleksi dan penulisan filosofis.

Kehausannya terhadap ilmu kemudian membawanya melanjutkan studi magister di Universitas Paramadina, sebuah ruang intelektual yang semakin memperkaya cara berpikirnya tentang agama, modernitas, dan manusia. Dalam pandangannya, agama dan rasionalitas bukanlah dua kutub yang saling meniadakan, tetapi dua cahaya yang dapat berjalan berdampingan untuk menerangi kehidupan manusia. Ia percaya bahwa iman yang sehat tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari keberanian berpikir dan ketulusan merenung.

Sebagai penulis, Renaldi banyak menaruh perhatian pada tema-tema filsafat ketuhanan, spiritualitas Islam, tasawuf, kemanusiaan, dan kritik terhadap krisis modernitas. Tulisan-tulisannya lahir bukan dari ambisi untuk terlihat paling benar, melainkan dari kegelisahan seorang manusia yang terus mencari makna di tengah dunia yang semakin bising oleh materialisme dan kehilangan arah spiritual. Ia memandang bahwa manusia modern sering kali berhasil membangun kemajuan teknologi, tetapi gagal membangun kedalaman jiwa. Karena itu, melalui karya-karyanya, ia berusaha menghadirkan kembali ruang renungan agar manusia tidak kehilangan dirinya sendiri di tengah arus zaman.

Bagi Renaldi, menulis adalah bentuk keabadian paling sederhana yang dimiliki manusia. Tubuh akan menua, usia akan berakhir, dan waktu akan menghapus banyak hal, tetapi gagasan dapat hidup melampaui kematian. Karena itu, ia meyakini sebuah prinsip hidup yang selalu dipegangnya yaitu “Menulislah, karena menulis adalah cara untuk mengabadikan dirimu yang fana.”

Referensi

Abdullah, M. A. (2015). Islamic religious sciences (Ulumu al-Din), humanities and social sciences: An integrated perspective. Journal ThuSi, 1(1).

Abduh, M. (1897). Risalat al-Tawḥid. Kairo: Dar al-Manar.al-Ghazali, A. Ḥ. M. M. (t.t.). Iḥya’ ‘ulum al-din (Juz I). Beirut: Dar al-Fikr.

al-Mubarakfuri, S. (2001). Sirah Nabawiyah (K. Suhardi, Trans.). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

al-Nawawi, Y. b. S. (2004). Al-Arba‘in al-Nawawiyyah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Armstrong, K. (1994). A history of God: The 4,000-year quest of Judaism, Christianity and Islam. New York: Ballantine Books.

Armstrong, K. (1995). The future of God: The reclaiming of spirituality’s mystical roots. Colorado: Sounds True Audio.

Basya, A. F. (2021). Sumbangan keilmuan Islam pada dunia. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.

Fahmy Zarkasyi, H. (2020). Minhaj: Berislam dari ritual hingga intelektual. Jakarta: INSISTS.

Ghazali, I. (2004). Ihya ulumuddin: Menghidupkan ilmu-ilmu agama (M. Zuhri, Trans.). Jakarta: Pustaka Azzam.

Hacking, I. (1975). The emergence of probability. Cambridge: Cambridge University Press.

Hamka. (1974). Kenang-kenangan hidup (Jilid I). Jakarta: Bulan Bintang.Hamka. (1983). Tasauf moderen. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hamka. (2022). Falsafah hidup. Jakarta: Republika.

Haslam, N. (2006). Dehumanization: An integrative review. Personality and Social Psychology Review, 10(3), 252–264.

Heriyanto, H. (2011). Menggali nalar saintifik peradaban Islam. Jakarta: Mizan Publika.

Ibn Rusyd. (1986). Tahafut al-falasifah. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Ibn Ṭufayl. (1708). Hayy ibn Yaqzan: Or the history of Hai Ebn Yoqdhan (S. Ockley, Trans.). London.

Ilham, M. (2014). Konsep zuhud dalam pemikiran tasawuf HAMKA. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Iqbal, M. (2012). The reconstruction of religious thought in Islam. California: Stanford University Press.

Karim, M. S. A., Munir, & Rahman, A. (2023). Syahadah sebagai pandangan hidup perspektif Ali Syariati. AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 6(1).

Kartanegara, M. (2005). Integrasi ilmu: Sebuah rekonstruksi holistik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Lang, J. (2025). The purpose of life [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=ifllgTA2pmY&list=PLEcrPtfvaPwEUuvl10hr4YSefyAMJAh7M

Loy, D. R. (1996). Lack and transcendence: The problem of death and life in psychotherapy, existentialism, and Buddhism. New Jersey: Humanities Press.

Madjid, N. (1992). Islam, doktrin dan peradaban. Jakarta: Paramadina.

Madjid, N. (1999). Islam: Doktrin dan peradaban. Jakarta: Paramadina.

Morris, T. V. (1991). Philosophy of religion: An introduction. London: Routledge.

Muzakir, M. R. (2022). Dekolonisasi: Metodologi kritis dalam sosial humaniora dan studi Islam. Yogyakarta: Tanwir Press.

Nasr, S. H. (Ed.). (1987). Islamic spirituality: Foundations. New York: Crossroad Publishing Company.

Nasution, H. (1974). Islam ditinjau dari berbagai aspeknya (Jilid I).Jakarta: Universitas Indonesia.

Nasution, H. (1995). Islam rasional: Gagasan dan pemikiran. Bandung: Mizan.

Nata, A. (2018). Islam dan ilmu pengetahuan. Jakarta: Prenada Media Group.

Pascal, B. (1995). Pensees. London: Penguin Classics.

Pedersen, J. (1996). Fajar intelektualisme Islam. Bandung: Mizan.

Rescher, N. (1985). Pascal’s wager: A study of practical reasoning in religious belief. Notre Dame: University of Notre Dame Press.

Rumi, J. (2025). Semesta matsnawi: Melintas batas cakrawala kerinduan. Yogyakarta: Grup Relasi Inti Media.

Saliba, G. (2007). Islamic science and the making of the European renaissance. USA: Massachusetts Institute of Technology.

Saliba, G. (t.t.). Islamic civilization and astronomy and beyond golden age and decline: Panel 6 [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=ZsJ4Zrf8mi

Saputra, R. P. (t.t.). Tasawuf profetik Buya Hamka: Spiritualitas yang membebaskan manusia dari belenggu dehumanisasi. Jurnal Peradaban.

Sennett, J. F. (2005). Is belief in God reasonable? New York: Routledge.

Syauqi, A. (2024). Segenggam mutiara nabawi: Sepuluh hadis pertama kitab Al Arba’in An Nawawiyyah. Yogyakarta: KBM Indonesia.

Winter, T. (t.t.). A history of science and Islam [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=7EKtVx2A6d4

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (t.t.). Tuhan. Diakses dari KBBI Tuhan

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (t.t.). Rasional. Diakses dari KBBI

Rasional

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (t.t.). Agama. Diakses dari KBBI Agama

Oxford Learner’s Dictionaries. (t.t.). Rational. Diakses dari Oxford Rational

Oxford Learner’s Dictionaries. (t.t.). Religion. Diakses dari Oxford Religion

Powerful Mindset. (2026). YouTube video [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=fu1A8Ya2-

QE&t=123s

RENUNGAN FILOSOFIS : Sebuah gugatan tentang Tuhan, Agama, dan Kehidupan

Diterbitkan

28 Mei 2026

Detail format terbitan yang tersedia: PREVIEW

PREVIEW

ISBN-13 (15)

978-634-278-408-2

Dimensi Fisik

Detail format terbitan yang tersedia: GOOGLE PLAYBOOK

GOOGLE PLAYBOOK

ISBN-13 (15)

978-634-278-408-2

Cara Mengutip

RENUNGAN FILOSOFIS: Sebuah gugatan tentang Tuhan, Agama, dan Kehidupan. (2026). PENERBIT KARYA BAKTI MAKMUR (KBM) INDONESIA. https://librarypenerbitkbm.science/index.php/buku/catalog/book/1326