PILOT PROJECT CIVIL SOECITY: Berbasis Multi Partai Politik Di Pesantren
Kata Kunci:
PILOT PROJECT, CIVIL SOECITYSinopsis
Buku ini disusun untuk menggambarkan peran Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembinaan keilmuan dan akhlak, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Pesantren ini menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat sipil (civil society) yang kuat, mandiri, dan demokratis.
Buku ini bukan dimaksudkan untuk membawa pesantren ke dalam politik praktis, melainkan untuk menunjukkan sikap terbuka, inklusif, dan dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan politik. Dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, pesantren berperan sebagai ruang pendidikan politik yang santun dan beretika bagi masyarakat.
Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya bagi akademisi, mahasiswa, dan pemerhati pesantren serta studi sosial-politik Islam. Akhirnya, semoga karya sederhana ini dapat menjadi kontribusi kecil dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar peradaban dan penggerak masyarakat yang harmonis dan demokratis
Bab
-
KATA PENGANTAR
-
DAFTAR ISI
-
BAB I PENDAHULUAN
-
BAB II MODAL SOSIAL DAN FENOMENOLOGI
-
BAB III PESANTREN
-
BAB IV CIVIL SOCIETY
-
BAB V DINAMIKA PESANTREN
-
BAB VI MODAL SOSIAL DAN FENOMENOLOGI: DUA PILAR ANALISIS POLITIK PARTISIPATIF DI LINGKUNGAN PESANTREN
-
BAB VII PESANTREN ANNUQAYAH SEBAGAI MODEL KETERLIBATAN POLITIK BERBASIS NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
-
DAFTAR PUSTAKA
Unduhan
Referensi
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: RinekaCipta, 2006.
Asrori, Saifudin. “Negosiasi Ruang Publik: Modernisasi dan Penguatan Civil Society Model Pesantren.” Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam 16, no. 1 (8 April 2017): 159–76. https://doi.org/ 10.15408/kordinat.v16i1.6459.
Azra, Azyumardi. Islam Nusantara, Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan; Steenbrink 1986.
Azra, Azyumardi, Dkk. “Pesantren and Madrasa: Muslim Schools and National Ideals in Indonesia”, dalam Robert W. Hefner dan Muhammad Q. Zaman (eds.), Schooling Islam: the Culture and Politics of Modern Muslim Education. Princeton NJ: Princeton University Press, 2007.
Azra, Azyumardi. Menuju Masyarakat Madani; Gagasan, Fakta, dan Tantangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1999.
Bakker, Anton. Metode-metodeFilsafat. Jakarta: Graha Indonesia, 1984.
Bertens, K. Filsafat Barat dalam Abad XX. Jakarta: Gramedia, 1987.
Bourdieu, Pierre. “The Forms of Capital.” DalamReadings in Economic Sociology, disuntingoleh Nicole Woolsey Biggart, 280–91. New Jersey: John Wiley & Sons, Ltd, 2002. https://doi.org/10.1002/9780470755679.ch15.
Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat. Yogyakarta: Gading Publishing, 2012.
Coleman, James S. Foundations of Social Theory. Cambridge: Harvard University Press, 1990.
Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren, Studitentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1985.
Dhofier, Zamakhsyari. The Pesantren Tradition: the Role of the Kyai in the Maintenance of Traditional Islam in Java. Tempe AZ: Program for Southeast Asian Studies, Arizona State University.
Falaakh, Muhammad Fajrul. “Nahdlatul Ulama and Civil Society in Indonesia”, in Mitsuo Nakamura, Omar Farouk Bajunid, dan Sharon Shiddique, eds. Islam and Civil Society in Southeast Asia. Singapore: ISEAS, 2001.
Feillard, Andre. NU vis a vis Negara, Pencarian Isi, BentukdanMakna. Yogyakarta: LKIS, 1999.
Geertz, Clifford. Abangan, Santri, PriyayidalamMasyarakatJawa. Jakarta: Pustaka Jaya, 1983.
Geertz, Clifford. “The Javanese Kijaji: The Changing Role of a Cultural Broker”, Comparative Studies in Society and History, 2 (2) (1960).
Halim, Wahyuddin. “Rekonstruksi Peran Pesantren untuk Kemandirian dan Penguatan Civil Society.” VoxPopuli 1, no. 1 (17 Mei 2019): 40. https://doi.org/ 10.24252/vp.v1i1.8092.
Hanifan, LydaJunson. “The Rural School Community Center.” The Annals of the American Academy of Political and Social Science 67 (1916): 130–38.
Horikoshi, Hiroko. Kiai dan Perubahan Sosial, terj. Umar Basalim dan Andy Muarly Sunrawa. Jakarta: P3M, 1987.
Johns, Anthony H. “Islam in Southeast Asia: Reflections and New Directions.” Indonesia, no. 19 (1975): 33–55. https://doi.org/10.2307/3350701.
Madjid, Nurcholish, Kebebasan Beragama dan Pluralisme dalam Islam, Passing Over: Melintas Batas Agama. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama dan Paramadina, 2001.
Moleong, Lexy J. MetodologiPenelitianKualitatif. Bandung: RemajaRosdakarya, 2000.
Muthoharoh, Miftakhul. “Peran Pesantren Ihyaul Ulum dalam Membentuk Civil Society.” Tasyri’ 22, no. 1 (2015): 21–34.
Putnam, Robert D. “Bowling Alone: America’s Declining Social Capital.” Journal of Democracy 6, no. 1 (Januari 1995): 65–78.
Rofiq, Ahmad. “NU / Pesantren dan Tradisi Pluralisme dalam Konteks Negara-Bangsa.” Dalam NU / Pesantren dan Tradisi Pluralis medalam Konteks Negara-Bangsa, disuntingoleh Ahmad Suaedy. Jakarta: P3M-LKiS, 2000.
Setiawan, Eko. “Keterlibatan Kiai dalam Politik Praktis dan Implikasinya terhadap Masyarakat” 12, no. 1 (2014): 1–15.
Soebardi, S. “The Place of Islam.” Dalam Studies in Indonesian History, disuntingoleh McKay. Australia: Pitman, 1976.
Spiegelberg, Herbert. The Phenomenological Movement: A Historical Introduction. Leiden: MartinusNijhoff, The Hugue, 1978.
Steenbrink, Karel A. Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Moderen. Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), 1986.
Ubaedillah, A. dan Abdul Rozak. Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani. Jakarta, Premadia Group, 2016.
Udin, S. The PesantrentarikatSuryalaya of Surabaya. Jakarta: Dian Rakyat, 1978.
Wahid, Marzuki. PondokPesantrendanPenguatan Civil Society. Jakarta: Media SundaKelapa, 1999.
Wahid, Marzuki, dkk. Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Jakarta: Pustaka Hidayah, 1999.
Walzer, Michael, “The Idea of Civil Society,” Dissent (Spring), (1991).
