SEJARAH ALAT KONTRASEPSI: dari Tradisi ke Inovasi

Penulis

Abrori
Universitas Halmahera image/svg+xml

Kata Kunci:

SEJARAH ALAT KONTRASEPSI

Sinopsis

Buku ini menyajikan perjalanan panjang manusia dalam mengendalikan kesuburan, dimulai sejak peradaban kuno hingga lahirnya teknologi reproduksi modern yang terus berkembang hingga saat ini. Alat kontrasepsi tidak hanya merupakan penemuan medis, tetapi juga cerminan dinamika peradaban, perubahan sosial, dan perjuangan terhadap kendali tubuh serta hak reproduksi. Dengan pendekatan historis, ilmiah, dan sosial, buku ini menelusuri bagaimana kontrasepsi menjadi bagian penting dalam kesehatan masyarakat global dan kehidupan sehari-hari.

Terdiri dari 5 bagian pembahasan, pembaca akan diajak kembali ke jejak sejarah awal penggunaan metode pengendalian kehamilan, termasuk praktik tradisional berbasis tanaman, kearifan lokal, dan pengaruh budaya dalam pemaknaan reproduksi. Warisan pengetahuan tersebut menjadi pijakan untuk memahami landasan masyarakat dalam merumuskan solusi terhadap kebutuhan pengaturan kelahiran sejak masa lalu. Dilanjutkan dengan perjalanan revolusi besar dalam perkembangan kontrasepsi modern, dimulai dari penemuan pil kontrasepsi yang mengubah posisi perempuan dalam masyarakat, hingga ragam inovasi hormonal dan non-hormonal seperti suntik, implan, patch, serta evolusi IUD. Pembahasan diperkuat dengan evaluasi efektivitas, mekanisme kerja, hingga kontroversi yang menyertainya. Termasuk pula bahasan kontrasepsi darurat sebagai respons ilmiah terhadap kebutuhan reproduksi yang dinamis.

Selanjutnya, pembahasan akan mendalami tentang mendalami penerapan kontrasepsi dalam kehidupan nyata: kontrasepsi pascapersalinan, metode sterilisasi pada pria dan wanita, serta geliat riset menuju teknologi kontrasepsi masa depan. Di sini ditampilkan tantangan edukasi, etika, dan kesiapan sistem kesehatan dalam menjawab hak atas perencanaan keluarga secara lebih manusiawi dan adil. Diskursus diperluas dengan membahas keterkaitan kontrasepsi dengan agama, norma gender, dan hak reproduksi. Buku ini menyoroti bagaimana kepercayaan dan struktur sosial membentuk keputusan individu terhadap kontrasepsi, serta pentingnya prinsip keadilan akses bagi semua kelompok, tanpa diskriminasi maupun stigma. Terakhir, pembahasan buku ini akan memperkaya perspektif global melalui studi kebijakan kontrasepsi di berbagai negara, serta perannya dalam pencapaian tujuan kesehatan masyarakat. Penutup buku merangkum tantangan yang masih dihadapi dunia: ketimpangan akses, teknologi yang belum sepenuhnya terjangkau, hingga isu politik tubuh yang terus berkembang, sekaligus peluang-peluang besar menuju masa depan inovasi kontrasepsi yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan.

Melalui pendekatan multidisiplin, buku ini diharapkan dapat menjadi Daftar Pustakapenting bagi akademisi, praktisi kesehatan, pembuat kebijakan, serta semua pihak yang peduli terhadap isu kesehatan reproduksi. Buku ini bukan sekadar dokumentasi sejarah, tetapi juga wacana intelektual untuk memahami bagaimana perjuangan terhadap kendali reproduksi adalah bagian dari perjuangan manusia untuk menentukan masa depannya sendiri

Bab

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAGIAN I JEJAK SEJARAH DAN AKAR TRADISI KONTRASEPSI
  • BAGIAN II EVOLUSI KONTRASEPSI MODERN
  • BAGIAN III KONTRASEPSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
  • BAGIAN IV AGAMA, GENDER, HAK, DAN KEBIJAKAN
  • BAGIAN V KONTRASEPSI DALAM KONTEKS GLOBAL
  • BIOGRAFI PENULIS

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Abrori, Universitas Halmahera

Abrori, atau akrab disapa Kang Abror, lahir di Kabupaten Brebes pada 14 April. Ia merupakan mahasiswa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat (DIKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan pengajar pada Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Ia menyelesaikan pendidikan Magister di Program Studi Promosi Kesehatan dengan konsentrasi Kesehatan Reproduksi, HIV dan AIDS di Universitas Diponegoro, serta pendidikan Sarjana di Universitas Negeri Semarang.

Sejak masa kuliah S1, ia aktif di dunia pers mahasiswa dan pernah magang di media profesional. Pengalaman tersebut menumbuhkan kepeduliannya dalam menggunakan informasi yang tepat dan berperspektif hak untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat.

Keterlibatannya dalam pengembangan sumber daya manusia serta advokasi di bidang kesehatan masyarakat terwujud melalui berbagai aktivitas di Kalimantan Barat dan Jawa Tengah. Ia pernah mengajar di Stikara Sintang, Universitas Muhammadiyah Pontianak, menjadi Dosen Tamu di Universitas Tanjungpura, serta berkontribusi bersama sejumlah kampus lainnya. Dalam isu HIV dan AIDS, ia terlibat di Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Tengah (2008–2012) dalam program Harm Reduction yang didukung HCPI–Ausaids. Sebelumnya, ia berkiprah di LSM Griya ASA PKBI Kota Semarang (2000–2008) dalam pendampingan populasi berisiko tinggi melalui program Aksi Stop AIDS yang didukung FHI–USAID. Ia juga terlibat dalam kegiatan pendampingan buruh di Yayasan Wahyu Sosial, serta berperan dalam Komite Independen Pemantau Pemilu Kota Semarang.

Di ranah literasi dan komunikasi kesehatan, Kang Abror aktif menulis dan berbagi perspektif di berbagai media, seperti Tribun Jawa Tengah, Suara Merdeka, Wawasan Semarang, Jawa Pos Radar Semarang, Psikologis Plus, Kapuas Post Sintang, Pontianak Post, hingga platform media nasional lainnya. Ia juga kerap memberikan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, kampus, dan radio.

Ketertarikan riset pengabdian masyarakat, Kang Abror berpijak pada upaya memperkuat hak kesehatan masyarakat dalam konteks sosial-budaya dan kebijakan. Fokus riset dan pengabdianya meliputi:

·         Promosi kesehatan dan Ilmu perilaku

·         Kesehatan reproduksi, Pencegahan dan pengendalian IMS, HIV dan AIDS

·         Sosiologi Antropologi Kesehatan

·         Edukasi reproduksi pada kelompok rentan, Kelompok risiko tinggi dan remaja

·         Media Promosi Kesehatan, Digital literasi kesehatan masyarakat, pemasaran sosial dan komunikasi Kesehatan

Bagi Kang Abror, penelitian bukan hanya upaya mengembangkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga sarana untuk memperjuangkan martabat manusia dalam mengakses layanan kesehatan secara setara dan berperspektif hak. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pipiet serta dua putra-putrinya, Rafa dan Tazki, yang menjadi inspirasi dalam setiap langkahnya. Apresiasi juga diberikan kepada sahabat diskusinya, Mas Elman dan Mas Parjo, atas dukungan pemikiran yang menguatkan perjalanan intelektualnya. Untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi, bisa kontak [email protected]

 

 

Referensi

Cook, R., & Dickens, BM (2011). Sejarah kontrasepsi: Dari zaman kuno hingga sekarang. Cambridge University Press.

Riddle, JM (1997). Ramuan Hawa: Sejarah kontrasepsi dan aborsi di Barat. Harvard University Press.

Guillebaud, J. (2007). Kontrasepsi: Jawaban atas pertanyaan Anda (edisi ke-5). Lainnya

Gilliam, ML, & Steele, HN (2018). Sejarah kontrasepsi dan kemajuan modern dalam otonomi reproduksi. American Journal of Public Health, 108 (4), 485–493.

Choi, JY, & Lee, S. (2020). Perspektif historis tentang pengendalian kelahiran di Asia Timur: Dinamika budaya dan medis. Tinjauan Sejarah Kedokteran, 24 (2), 55–70.

Hidayana, I. (2021). Sejarah keluarga berencana di Indonesia: Politik reproduksi dan tubuh perempuan. Pustaka Obor.

Sari, DK, & Prasetyo, E. (2019). Kontrasepsi di Indonesia: Tinjauan historis dan perubahan sosial. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10 (2), 89–101.

BKKBN. (2019). 50 tahun perjalanan program keluarga berencana Indonesia. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Achmad, NF, & Sukardiman, S. (‎tt). Pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai kontrasepsi pria. Suara Forikes – Jurnal Penelitian Kesehatan “Forikes Voice”. DOI:10.33846/sf14301forikes-ejournal.com

Tulungen, IF, Pandelaki, KP, Rombot, DV, & Surya, WS (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi tradisional di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru. KATA DEPAN : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7 (1), 99–110. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i1.11436 jurnal.universitaspahlawan.ac.id

Muntu, ATE (tidak diketahui tahunnya). Teknik dan jenis kontrasepsi tradisional/sederhana: metode kalender, suhu badan, lendir serviks, dan metode ovulasi. (Tesis / laporan — tersedia di repositori UIN Alauddin).repositori.uin-alauddin.ac.id

Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia. (2020). Metode kontrasepsi sederhana: definisi, jenis, dan praktik di masyarakat. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 3 (1), 293–299.E-Jurnal Universitas Tarumanagara

Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA). (2022). PDaftar Pustakadan penggunaan kontrasepsi tradisional: survei pada wanita usia subur — termasuk metode lendir serviks, kalender, dan penggunaan herbal. JUSIKA, 6 (1), 12–27.Jurnal Elektronik Unimman

Dayanti, AA, Nurrochmah, S., & Radita Alma, L. (2019). Metode kontrasepsi pada wanita usia pinggiran kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur: analisis data SDKI 2017. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK). (Studi cross-sectional).JIK Journal Ilmu Kesehatan

Artikel “KB Alami: Inilah Berbagai Metode yang Perlu Diketahui”. (2024). Alodokter. Diakses dari https://www.alodokter.com/cegah-kehamilan-dengan-kb-alami Alodokter

Adia, MM, Asiimwe, S., Namukobe, J., Mukwaya, J., Anywar, G., Esezah, K., … Byamukama, R. (2025). Spesies tanaman obat yang digunakan untuk kontrasepsi dan perawatan kesehatan reproduksi di pedesaan Uganda. Heliyon, 11 (1), e41518. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e4151 CoLab

Bassas, RA, Alharbi, MS, & Al Harbi, SS (2025). Metode berbasis kesadaran fertilitas untuk keluarga berencana: tinjauan sistematis. Cureus, 17 (6), e86233. https://doi.org/10.7759/cureus.86233 PubMed+ 1

Moroole, MA, & kolega. (2019). Tanaman obat yang digunakan untuk kontrasepsi di Afrika Selatan: tinjauan etnobotani. Jurnal Etnofarmakologi, 233, 37–49. https://doi.org/10.1016/j.jep.2018.11.021 sciencedirect.com

Sathiyaraj, K., & kolega. (2012). Survei etnobotani tanaman obat antifertilitas: praktik kontrasepsi tradisional di masyarakat pedesaan. Journal of Ethnopharmacology,... (etnobotani dan penggunaan herbal untuk Konservasi).sciencedirect.com

Redmond, JJ, dkk. (2022). Efektivitas metode berbasis kesadaran fertilitas untuk wanita pascapersalinan: bukti terkini dan kesenjangan penelitian. Kontrasepsi, 106, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2022.02.009 contraceptionjournal.org

Duane, M., dkk. (2022). Metode berbasis kesadaran fertilitas untuk kesehatan perempuan: luaran metode simpto-termal dan perspektif pengguna. Frontiers in Medicine, 9, 858977. https://doi.org/10.3389/fmed.2022.858977 Perbatasan

Urrutia, RP, Polis, CB, Jensen, ET, Greene, ME, Kennedy, E., & Stanford, JB (2018). Efektivitas metode berbasis kesadaran fertilitas untuk pencegahan kehamilan: tinjauan sistematis. Kontrasepsi, 97, 84–96. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2017.09.012 Sensiplan Nederland+ 1

Pradhan, K., Shrestha, P., & kolega. (2013). Tinjauan komprehensif tentang tanaman yang digunakan sebagai alat kontrasepsi. (Review Tanaman Etnomedisin dengan Potensi Antifertilitas/Kontrasepsi Alami). Journal of Herbal Medicine / Tinjauan Etnofarmakologi — (akses melalui database etnobotani / farmakologi).ResearchGate

Ibrahim, MB, dkk. (2025). Praktik kontrasepsi tradisional: survei tanaman obat dan metode adat untuk kontrasepsi pria dan wanita di kalangan komunitas Yoruba di Nigeria. Pengobatan dan Terapi Komplementer BMC. (Dokumentasi penggunaan tumbuhan dan praktik tradisional sebagai metode kontrasepsi)Tautan Pegas

17. Manhart, MD, dkk. (2013). Metode keluarga berencana berbasis kesadaran kesuburan: dasar fisiologis, penerapan modern, dan tinjauan bukti. Jurnal Kontrasepsi & Perawatan Kesehatan Reproduksi Eropa. (Membahas dasar biologi dan praktik FABM / metode kesadaran fertilitas)sciencedirect.com

Dhont, M. (2010). Sejarah kontrasepsi oral. Jurnal Eropa Kontrasepsi & Kesehatan Reproduksi, 15(5), 318–327. https://doi.org/10.3109/13625187.2010.513071.tandfonline.com

Liao, PV, & Swerdlow, AJ (2012). Setengah abad pil kontrasepsi oral: tinjauan historis dan pandangan ke masa depan. Kesehatan Reproduksi, 9, 34. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3520685/ pmc.ncbi.nlm.nih.gov

Christin-Maitre, S. (2013). Sejarah obat kontrasepsi oral dan penggunaannya di seluruh dunia. Praktik Terbaik & Riset Endokrinologi & Metabolisme Klinis, 27(1), 3–16. https://doi.org/10.1016/j.beem.2012.09.001.sciencedirect.com

Grimes, DA, Jacobson, JL, & Schulz, KF (2002). Pengembangan pil: aspek historis dan uji klinis awal. Kontrasepsi, 65(5), 421–428. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15838117/

Gurvich, C., dkk. (2023). Kontrasepsi oral dan kognisi: tinjauan sistematis. Neuropsychologia / Psychopharmacology (artikel tinjauan). https://doi.org/10.1016/j.neuropsychologia.2023.107XXX.sciencedirect.com

IWPR (Institut Penelitian Kebijakan Perempuan). (2020). Dampak ekonomi akses kontrasepsi. Laporan Penelitian IWPR. https://iwpr.org/wp-content/uploads/2020/07/B381_Contraception-Access_Final.pdf.IWPR

Khan, A., & kolega. (2022). Dampak faktor sosiokultural terhadap penggunaan kontrasepsi: tinjauan global. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 19(1), 112–130. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9492426/ pmc.ncbi.nlm.nih.gov

Bongaarts, J. (2022). Dampak program keluarga berencana sukarela terhadap fertilitas dan hasil sosial. Dalam J. Author (Ed.), Family Planning and Population (hlm. 123–145). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-11840-1_7.link.springer.com

Besar, EA, & Pearson, SD (2017). Politik akses terhadap pil: regulasi, stigma, dan peralihan ke pilihan obat bebas. Kebijakan Kesehatan, 121(6), 567–576. (Diskusi kebijakan akses; lihat perkembangan juga persetujuan OTC untuk Opill, 2023–2024.)

Goldin, C., & Katz, LF (2002). Karier dan keluarga: dampak akses kontrasepsi terhadap hasil pasar tenaga kerja perempuan (bab/analisis empiris). Dalam Efek Jangka Panjang Pil KB terhadap Hasil Ekonomi Perempuan (hlm. 45–79). Jurnal/bab ekonomi. (Digunakan sebagai Daftar Pustakauntuk bagian ekonomi dan demografi)

Hall, KS, Moreau, C., & Trussell, J. (2016). Peran kontrasepsi dalam kehidupan perempuan: efektivitas, keamanan, dan manfaat non-kontrasepsi. Tinjauan Tahunan Kesehatan Masyarakat, 37, 67–85. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-032315-021946.

Sanger, M. (2010). Gerakan sosial dan pil: Margaret Sanger, advokasi dan sejarah politik kontrasepsi. Jurnal Sejarah Kedokteran dan Ilmu Terkait, 65(4), 412–435. (Ulasan sejarah tentang advokasi reproduksi dan implementasi pil.)

Britton, LE, & Rekan. (2020). Pembaruan berbasis bukti tentang kontrasepsi. Amerika, … (artikel ini mengulpmc.ncbi. nlm.nih.gov

Galzote, RM, & kolaborator. (2017). Pemberian kontrasepsi hormonal kombinasi secara transdermal. Jurnal Kesehatan Wanita Internasional, … (menguji mettandfonline.com+ 1

Moray, KV, Chaurasia, H., Oshima, S., & Joshi, B. (2021). Efektivitas klinis, profil efek samping, dan tingkat kelanjutan implan kontrasepsi subdermal etonogestrel: tinjauan sistematis. Kesehatan Reproduksi, 18(1), …SpringerLink

Rocca, ML, & kolega. (2021). Keamanan dan manfaat kontrasepsi implan. Farmasi, 14(6), … (meninjau keamanan, manfaamdpi.com

Teal, S., & rekan. (2021). Pemilihan, efektivitas, dan iklan kontrasepsiJAMA, … (review komprehensif terhadap berbagjamanetwork.com

Artikel “Implan KB: Prosedur dan Efeknya untuk Atur Jarak” (2025). Halosehat.comhellosehat.com

“KB Implan, Kenali Dulu Plus dan Minusnya” (2024). Mitrakeluarga.com — mengumitrakeluarga.com+ 1

“Metode kontrasepsi hormonal — jenis suntik, pil, implan, patch” (site kesehatan umum, 2025) — paparan mekanisme kerja kontrasepsi hormonal, termasuk menyuntikkan dan implan.hiferi.id+ 1

Ika Azdah Murniati, Ni Putu Wahyu Suriana, & Astri Mawar. (2024). Reviu Literatur: Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Suntik (DMPA). Jurnal Ilmiah Ekosistem. (mengkjurnal.unibos.ac.id

Salsabila, P. (2025). Perbandingan kontrasepsi suntik dan implan terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB di PMB Rismawani Purba dan Puskesmas Gunung Tinggi. Tesis Diploma, Poltekkes Kemenkes Medan. (menyajikan data empiris dari akseptor di Indonesia terkait efek pada berat badan).repository.poltekkes-medan.ac.id

Handayani, S., dkk. (2018). Analisis efek samping kontrasepsi implan subdermal: gangguan haid, perubahan berat badan, nyeri payudara, jerawat, dan perubahan suasana hati.Jurnal Medika Usada, … (studiejournal.stikesadvaitamedika.ac.id

Nurullah, FA (2023). Perkembangan metode kontrasepsi di Indonesia: tren penggunaan kontrasepsi hormonal dan non-hormonal. Cermin Dunia Kedok, 48(3), … (menjelaskancdkjournal.com

Andersson, K., Odlind, V., & Rybo, G. (1994). IUD pelepas levonorgestrel dan pelepas tembaga (Nova T) selama lima tahun penggunaan: uji coba komparatif acak. Kontrasepsi(1), 5https://doi.o PubMed+ 1

Hsia, JK, & kolega. (2016). Kontrasepsi intrauterin. Dalam Kontrasepsi intrauterin (Eshttps://escholarship.org/content/qt9w32p2s2/qt9w32p2s2_noSplash_5e escholarship.org

Jiménez, MF, dkk. (2008). Efek alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pelepas levonorgestrel terhadap menstruasi danFertilitas dan Sterilitas. https://doi.org (Catatan: tambahkan detail volume, terbitan, halaman)fertstert.org

Liu, P., dkk. (2024). Kontrasepsi dengan sistem intrauterin pelepas levonorgestrel: risiko penghentian komparatif daneClinicalMedicine. https://doi.org/. (tambahkanthelancet.com

Ortiz, ME, & Croxatto, HB (2007). Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) Copper-T dan sistem intrauterin levonorgestrel: dasar biologis mekanisme kerjanya. Kontrasepsi, 75(6 Tambahan), S16–S30. https://doi.org PubMed+ 2sciencedirect.com+ 2

Speroff, L., & Darney, PD (2011). Kontrasepsi intrauterin. Dalam Panduan klinis untuk kontrasepsi (edisi ke-5, hlm.en.wikipedia.org+ 1

Trussell, J., Hassan, F., Lowin, J., Law, A., & Filonenko, A. (2015). Mencapai netralitas biaya dengan metode kontrasepsi jangka panjang yang reversibel.(1), 49–56. (dipakai bila membaacog.org+ 1

Organisasi Kesehatan Dunia. (2008). Alat kontrasepsi dalam rahim dan sistem intrauterin. Pada Manusia(3), 197–208. https://doi.org/10.1093/humupd/dmn003 (laporan/ tinjauan internases.wikipedia.org+ 1

Cleland, K., Zhu, H., Goldstuck, N., Cheng, L., & Trussell, J. (2012). The efficacy of intrauterine devices for emergency contraception: a systematic review of 5 000 insertions. Contraception, 85(1), 15–21. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2011.04.021

Glasier, A., Cameron, S. T., Blithe, D., Scherrer, B., Mathe, H., Levy, D., … & Van Look, P. F. (2010). Ulipristal acetate versus levonorgestrel for emergency contraception: a randomised non-inferiority trial and meta-analysis. The Lancet, 375(9714), 555–562. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)61959-9

World Health Organization. (2018). Medical eligibility criteria for contraceptive use (5th ed.). Geneva: WHO. — Bagian yang membahas kontrasepsi darurat dan rekomendasi penggunaannya.

Trussell, J., Raymond, E. G., Cleland, K., & Stewart, F. H. (2014). Emergency contraception: a last chance to prevent unintended pregnancy. Scientific American Special Edition, (1), 46–53.

Glasier, A., & Baird, D. (1998). Changes in the risk of pregnancy after unprotected intercourse: prospective study of hormonal emergency contraception. BMJ, 317(7152), 180–181. https://doi.org/10.1136/bmj.317.7152.180

Hubacher, D., & Mavranezouli, I. (2007). Use of copper-bearing, framed intrauterine device for emergency contraception: a systematic review of effectiveness and acceptability. Contraception, 75(4), 227–238. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2006.11.015

Raymond, E. G., & Trussell, J. (2019). Emergency Contraception Revisited. Indian Journal of Medical Research, 150(5), 468–477. https://doi.org/10.4103/ijmr.IJMR_1032_18

Glasier, A., Cameron, S. T., Fine, P. M., Logan, S., Casale, W., Van Horn, J., … & Bigrigg, A. (2020). Health professionals’ perceptions and practices regarding emergency contraception in 10 countries: a cross-sectional survey among providers affiliated with the World Health Organization program on sexual and reproductive health. Contraception and Reproductive Medicine, 5, Article 13. https://doi.org/10.1186/s40834-020-00122-7

Polis, C. B., & Cates, W. (2017). Emergency contraception: frequently asked questions. Guttmacher Policy Review, 20: 26–34.

Graham, A., Harper, C. C., & Shields, W. (2010). Effectiveness and acceptability of emergency contraception methods: a global perspective. Reproductive Health, 7, 17. https://doi.org/10.1186/1742-4755-7-17

Cleland, K., Zhu, H., Goldstuck, N., Cheng, L., & Trussell, J. (2012). The efficacy of intrauterine devices for emergency contraception: a systematic review of 5,000 insertions. Contraception, 85(1), 15–21. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2011.04.021

Glasier, A., Cameron, S. T., Blithe, D., Scherrer, B., Mathe, H., Levy, D., … & Van Look, P. F. A. (2010). Ulipristal acetate versus levonorgestrel for emergency contraception: a randomised non-inferiority trial and meta-analysis. The Lancet, 375(9714), 555–562. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)61959-9

Hubacher, D., & Mavranezouli, I. (2007). Use of copper-bearing, framed intrauterine device for emergency contraception: a systematic review of effectiveness and acceptability. Contraception, 75(4), 227–238. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2006.11.015

Raymond, E. G., & Trussell, J. (2019). Emergency contraception revisited. Indian Journal of Medical Research, 150(5), 468–477. https://doi.org/10.4103/ijmr.IJMR_1032_18

Polis, C. B., & Cates, W. (2017). Emergency contraception: frequently asked questions. Guttmacher Policy Review, 20, 26–34.

Glasier, A., & Baird, D. (1998). Changes in the risk of pregnancy after unprotected intercourse: prospective study of hormonal emergency contraception. BMJ, 317(7152), 180–181. https://doi.org/10.1136/bmj.317.7152.180

Graham, A., Harper, C. C., & Shields, W. (2010). Effectiveness and acceptability of emergency contraception methods: a global perspective. Reproductive Health, 7, 17. https://doi.org/10.1186/1742-4755-7-17

World Health Organization. (2018). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. World Health Organization. — mencakup rekomendasi kontrasepsi pascapersalinan sebagai bagian dari layanan kesehatan ibu.

World Health Organization. (2021). Family Planning/Contraception: Postpartum family planning. WHO. — panduan teknis dan kebijakan terkait keluarga berencana pascapersalinan.

Curtis, S. L., Blanc, A. K., & Croft, T. N. (2006). “Does Contraceptive Use Reduce the Risk of Maternal Mortality?” Studies in Family Planning, 37(3), 165–176. — analisis hubungan antara kontrasepsi dan pengurangan risiko maternal, termasuk perencanaan kelahiran dan spacing.

Cleland, J., Shah, I. H., Daniele, M. (2015). “Interventions to improve postpartum family planning uptake: a systematic review.” Studies in Family Planning, 46(4), 423–441. — tinjauan sistematik intervensi yang meningkatkan penggunaan kontrasepsi pascapersalinan.

Polis, C. B., & Westhoff, C. (2019). “Long-acting reversible contraception in the postpartum period.” Obstetrics & Gynecology Clinics of North America, 46(3), 581–596. — membahas efektivitas, keamanan dan tantangan metode jangka panjang pascapersalinan.

Hailemariam, A., Haddis, F., & Brhane, T. (2013). “Postpartum contraceptive use and associated factors among women in southern Ethiopia.” International Journal of Women’s Health, 5, 273–279. — studi empiris di setting LMIC yang relevan untuk membandingkan kondisi banyak negara berkembang.

Borkowf, C. B., & Tahrat, M. (2001). “Intrauterine contraception in the immediate postpartum period.” British Journal of Family Planning, 27(1), 9–13. — membahas IUD pascapersalinan serta manfaat dan risiko.

Singh, K., Lindmark, G., & Persson, L. Å. (1995). “Breast-feeding, ovulation and contraception: prospective study in southern India.” Lancet, 346(8976), 855–860. — relevan untuk kontrasepsi pasca-partum alami / laktasi sebagai metode family planning.

Bank Dunia / World Bank. (2017). Family Planning: Meeting the Challenge — Postpartum Contraception and Global Development. Laporan kebijakan yang mengaitkan kontrasepsi pascapersalinan dengan pembangunan dan kesehatan publik.

Saha, S., Huda, F. A., & Chowdhury, M. E. (2019). “Determinants of postpartum contraceptive use among women in Bangladesh: a multilevel analysis.” BMC Public Health, 19, 1365. — contoh penelitian dengan analisis determinan sosial ekonomi yang memengaruhi uptake kontrasepsi pascapersalinan.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2019). Benefits and Risks of Sterilization. ACOG Practice Bulletin. — membahas keamanan, efektivitas, dan pertimbangan klinis sterilisasi pria maupun wanita. acog.org

Jacobstein, R. (2015). The kindest cut: global need to increase vasectomy availability. The Lancet Global Health. — membahas disparitas global antara vasektomi dan tubektomi serta hambatan kebijakan dan sosial. Wikipedia+1

EngenderHealth. (2002). Contraceptive sterilization: global issues and trends. (Bab dalam buku yang dirujuk dalam literatur “Contraception: Disease Control Priorities”). — menyediakan data global dan tren historis sterilitas sebagai metode kontrasepsi. ncbi.nlm.nih.gov+1

Ross, J., & Smith, E. (2003). Contraceptive sterilization: trends, options, and surprising new data. Contraception. — artikel lama tetapi penting, membahas komplikasi, kegagalan, dan isu etika sterilisasi wanita serta perbandingan dengan metode lain. PubMed

Contraception & Reproductive Medicine. (2025). Physicians’ knowledge, attitudes, and beliefs regarding practices of male and female surgical sterilization procedures in Lebanon. Contraception and Reproductive Medicine, 10. — studi terbaru mengenai persepsi dan pelaksanaan sterilisasi di kontekstual medis, relevan sebagai kajian sosial-medis. SpringerLink

Moss, C., Isley, M. M. (2015). Female sterilization – an overview. Dalam Obstetrics and Gynecology Clinics of North America. — tinjauan medis tentang metode sterilisasi wanita, prevalensi global, komplikasi, dan perubahan tren. sciencedirect.com

“Sterilization” — tinjauan umum di literatur PubMed tentang efektivitas, komplikasi, dan perubahan metode sterilisasi dari waktu ke waktu. PubMed+1

Studi lokal Indonesia: “Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Tubektomi pada Pasangan Usia Subur”. OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences, 4(1), 2024. — relevan untuk analisis keputusan sterilisasi pada wanita usia subur di konteks Indonesia.

Blithe, D. (2024). New male birth control gel takes effect sooner than similar contraceptive methods. Endocrine Society. (endocrine.org)

Contraline. (2025, April 24). Non-hormonal male contraceptive implant lasts at least two years in trials. The Guardian. (theguardian.com)

Parsemus Foundation. (2025, July 28). Another milestone for Plan A male contraceptive. (Parsemus Foundation)

Zhang, X., & Jones, R. (2025). Development of a transdermal gel for reversible male contraception. Contraception, 145, 110830. (ScienceDirect)

Mack, N., & Collaborators. (2023). Male contraception: narrative review of ongoing research. Basic and Clinical Andrology. (link.springer.com)

Saini, S., & Saxena, N. (2024). Privacy and security of women’s reproductive health apps in a changing legal landscape. arXiv. (arxiv.org)

Li, K., Urteaga, I., Wiggins, C. H. W., Druet, A., Shea, A., Vitzthum, V. J., &

Elhadad, N. (2019). Characterizing physiological and symptomatic variation in menstrual cycles using self-tracked mobile health data. arXiv. (arxiv.org)

Public Good News. (2025, October 10). New male birth control options are on the horizon. (Public Good News)

Hinanti, R. E. (2020). Pandangan hukum Islam terhadap penggunaan alat kontrasepsi oleh pasangan suami istri dalam rangka mengikuti program keluarga berencana. Jurnal Fatwa Hukum, 3(3). (jurnal.untan.ac.id)

Juwita, R., & Maidin, S. (2025). Tinjauan hukum Islam terhadap penggunaan implan dalam keluarga berencana di Kabupaten Bantaeng. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab. (journal.uin-alauddin.ac.id)

Kahfilani, Z. A., & Muntazhar, D. (2022). Penggunaan kontrasepsi vasektomi: kesehatan, agama, dan keharmonisan rumah tangga. Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan. (jipkm.com)

Ratna, I., & Nasrah, H. (2018). Pemakaian alat kontrasepsi pada wanita Muslimah melalui tingkat pemahaman agama Islam. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender. (ejournal.uin-suska.ac.id)

Suwardi, M. A., Rahman, L. A., & Fourrizqiyah, S. (2024). Pandangan dalam ajaran Islam terhadap program keluarga berencana. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 2(4), 188–196. (jurnal.stikes-ibnusina.ac.id)

Samsidar. (2018). Pandangan tokoh masyarakat Muslim Bone terhadap penggunaan alat kontrasepsi modern sebagai upaya mengurangi tingkat kelahiran. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam. (E-JOURNAL)

Wicaksono, B. S., Kusuadi, A. D., & Emmanuella, J. (2024). Analisis penggunaan alat kontrasepsi dalam perspektif agama Nasrani. Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(1), 1–25. (journal.forikami.com)

Anitasari, B., & Sarmin. (2024). Faktor yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana di wilayah kerja Puskesmas Tanasitolo. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 1(3), … (researchhub.id)

Agustina, D., Lubis, F. A., Khairunnisa, K., Deswita Sari, N., Wansyahira, W., & Gunawan, S. A. (2025). Peran dan partisipasi laki-laki dalam program keluarga berencana di masyarakat Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2). (journal.universitaspahlawan.ac.id)

Himawan Ramdani. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi suami dalam penggunaan alat kontrasepsi di Tegal Rejo, Yogyakarta. Tesis (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). (etd.umy.ac.id)

Indah, H. A. N. R., Priastuty, C. W., & Wicaksono, J. (2025). Analisis partisipasi laki-laki dalam program keluarga berencana di Indonesia: Sebuah pendekatan Theory of Planned Behaviour. Jurnal Dinamika Sosial, 7(2). (journal.undiknas.ac.id)

Murniasih, E., & Aryani, N. (2023). Hubungan informasi kesehatan terhadap peranserta suami dalam penggunaan alat kontrasepsi khusus suami. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4). (journal.universitaspahlawan.ac.id)

Wijayanti, R., Adam, A., & Alim, A. (2023). Peran suami dalam pemilihan kontrasepsi pada istri usia subur: Studi kasus di Desa Kaleke, Sigi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2). (jptam.org)

Tim Parapuan. (2024, April 15). Ketimpangan gender dalam kontrasepsi: jangan hanya dibebankan pada perempuan. Parapuan. (parapuan.co)

Cavagnis, S., & Ryan, R. (2024). Disparities in adult women's access to contraception during COVID-19: a multi-country cross-sectional survey. Frontiers in Global Women’s Health. https://doi.org/10.3389/fgwh.2024.1235475 (Frontiers)

Ross, J., Hardee, K., & Rosenberg, R., et al. (2023). Inequities in Family Planning in Low- and Middle-Income Countries. Global Health: Science and Practice, 11(3), e2300070. (pmc.ncbi.nlm.nih.gov)

(CLAP/WR & PAHO/WHO). (2023). Gender inequality impacts on access modern family planning methods. PAHO/WHO press release. (paho.org)

Smith, L., Okeke, E., & Researchers. (2024). Inequality gaps in modern contraceptive use and associated factors among women of reproductive age in Nigeria (2003–2018). BMC Women’s Health, 24, 317. (SpringerLink)

Mbangama, P., & Health Systems Research Team. (2023). Socio-economic and education related inequities in use of modern contraceptive in seven sub-regions in Uganda. BMC Health Services Research, 23, 201. (SpringerLink)

Halim, N., & Reproductive Rights Advocates. (2025). Agenda setting for contraceptive access: applying Kingdon’s framework to policy change. Discover Public Health, 22, 503. (SpringerLink)

Comiskey, H., Cahill, N., Alkema, L., et al. (2025). Bayesian probabilistic projections of proportions with limited data: an application to subnational contraceptive method supply shares. arXiv preprint.

Ross, J., Hardee, K., & Rosenberg, R., et al. (2023). Inequities in Family Planning in Low- and Middle-Income Countries. Global Health: Science and Practice. (who.int)

World Health Organization. (2025, July). Family planning/contraception methods. Retrieved from WHO website. (who.int)

Guttmacher Institute. (2010). Reproductive health policies and programs in eight countries: progress since Cairo. International Perspectives on Sexual and Reproductive Health. (guttmacher.org)

Sunkara, V., & McLaren, Z. (2025). Policies for expanding family planning coverage: lessons from five successful countries. Global Policy. (PubMed)

European Parliamentary Forum for Sexual and Reproductive Rights. (2023). Global Contraception Policy Atlas. (epfweb.org)

Reproductive Health Supplies Coalition. (2025). About RHSC. Retrieved from RHSC website. (Wikipedia)

World Health Organization Eastern Mediterranean Regional Office. (2019). A review of family planning policies and services in EMR member states. Eastern Mediterranean Health Journal. (emro.who.int)

Satiawan, R. (2021). Utilizing a mathematical model to estimate abortion decline scenario with increased contraceptive prevalence. arXiv. (arxiv.org)

Ahmed, S., Li, Q., Liu, L., & Tsui, A. O. (2012). Maternal deaths averted by contraceptive use: an analysis of 172 countries. Lancet, 380(9837), 111–115. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60478-4

Aryanty, R. I., Romadlona, N., Besral, B., Panggabean, E. D. P., Utomo, B., Makalew, R., & Magnani, R. J. (2021). Contraceptive use and maternal mortality in Indonesia: a community-level ecological analysis. Reproductive Health, 18, 42. https://doi.org/10.1186/s12978-020-01022-6

Population Health Metrics Study Team. (2020). The impact of family planning on maternal mortality in Indonesia: what future contribution can be expected? Population Health Metrics, 18, Article 4. https://doi.org/10.1186/s12963-020-00245-w

World Health Organization. (2025, November 3). Integrating family planning and maternity services reduces global maternal mortality. WHO.

Triadi, R. S. (2023). Tantangan dan dampak putus pakai kontrasepsi terhadap pencapaian target keluarga berencana di Indonesia. Jurnal Keluarga Berencana.

John, N., & Smith, A. (2024). Innovations in non-hormonal contraception: Challenges and prospects. Journal of Reproductive Medicine, 69(1), 12–25.

Lee, J., & Park, K. (2022). Digital health and contraceptive use: The role of fertility-tracking apps in modern family planning. Global Health Digital, 5(3), 85–102.

SEJARAH ALAT KONTRASEPSI: dari Tradisi ke Inovasi

Diterbitkan

18 Februari 2026

Detail format terbitan yang tersedia: PREVIEW

PREVIEW

ISBN-13 (15)

978-634-278-054-1

Dimensi Fisik

Cara Mengutip

SEJARAH ALAT KONTRASEPSI: dari Tradisi ke Inovasi. (2026). PENERBIT KARYA BAKTI MAKMUR (KBM) INDONESIA. https://librarypenerbitkbm.science/index.php/buku/catalog/book/1061