SASTRA ISLAMI TRANSFORMATIF: Integrasi Nilai Pappijeppu, Tasawuf, dan Literasi Humanis di Era Digital

Penulis

Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D.
Universitas Muhammadiyah Malaysia
Achmad Dahlan Muchtar, S.Pd.I., M.Pd.
Muhammadiyah Enrekang

Kata Kunci:

SASTRA ISLAMI

Sinopsis

Buku ini mengusung gagasan bahwa sastra Islam bukan hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi bisa menjadi medium transformasi nilai dalam masyarakat muslim di era digital. Dengan mengintegrasikan tiga ranah utama — nilai Pappij Eppu (yakni nilai-kearifan tradisi lokal/masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan), ajaran tasawuf (dimensi spiritual dan pembersihan jiwa dalam Islam) dan literasi humanis (kemampuan membaca dunia, kritis terhadap media, serta membangun kemanusiaan) — penulis menyajikan kerangka kerja “Sastra Islami Transformatif”.

Bagian pertama menjelaskan konsep nilai Pappij Eppu sebagai warisan budaya Sulawesi Selatan; bagaimana nilai-nilai gotong-royong, kebersamaan, saling menjaga dan kesederhanaan membentuk karakter sosial yang kuat. Bagian kedua menyoroti tasawuf sebagai dimensi batiniah yang mendukung insan muslim tidak hanya menjalankan ritual, tetapi memiliki kesadaran spiritual, introspeksi diri, dan keterhubungan dengan sesama dan alam.

Bagian ketiga mengaitkan literasi humanis di era digital: bagaimana generasi kini hidup dalam arus informasi, media sosial, tantangan hedonisme, serta bagaimana sastra dan nilai islami mampu menghadirkan kritik, refleksi, dan pembaruan sosial-spiritual.

Buku ini kemudian menunjukkan bagaimana ketiga ranah tersebut diintegrasikan melalui karya sastra — baik puisi, prosa, cerpen, atau narasi digital — yang menyuarakan nilai-nilai lokal (Pappij Eppu), spiritualitas tasawuf, dan literasi digital agar umat Islam mampu hidup bermakna dan adaptif di zaman teknologi. Penulis juga memberikan strategi pedagogis atau metodologis untuk pendidik, penulis, aktivis literasi maupun pembaca: bagaimana membumikan nilai-nilai tersebut, bagaimana mengembangkan komunitas literasi Islami yang humanis, serta bagaimana mengelola lanskap digital agar tidak hanya konsumtif, tetapi konstruktif dan transformatif.

Melalui gaya bahasa yang komunikatif, buku ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa sastra Islam transformatif bukan sekadar retorika keagamaan, melainkan gerakan budaya dan spiritual yang responsif terhadap tantangan zaman — menjembatani tradisi lokal dan inovasi digital, membumikan tasawuf dalam keseharian, serta memupuk literasi yang manusiawi.

Bab

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB 1 PENDAHULUAN: SASTRA ISLAMI DI ERA DIGITAL
  • BAB 2 LANDASAN TEORETIS: SASTRA ISLAMI DAN LITERASI HUMANIS
  • BAB 3 PAPPIJEPPU: NILAI LOKAL BUGIS DALAM PERSPEKTIF HUMANISME ISLAMI
  • BAB 4 TASAWUF DALAM PEMIKIRAN SEYYED HOSSEIN NASR DAN RELEVANSINYA BAGI SASTRA
  • BAB 5 INTEGRASI NILAI PAPPIJEPPU DAN TASAWUF DALAM KARYA SASTRA ISLAMI MODERN
  • BAB 6 ESTETIKA TRANSENDENSI: SASTRA ISLAMI SEBAGAI MEDIUM SPIRITUAL DAN ETIS
  • BAB 7 DIGITALISASI SASTRA ISLAMI: TANTANGAN DAN PELUANG LITERASI HUMANIS
  • BAB 8 SASTRA ISLAMI TRANSFORMATIF: MODEL LITERASI UNTUK GENERASI MUSLIM 5.0
  • BAB 9 STUDI KASUS — ANALISIS KARYA SASTRA ISLAMI MODERN BERBASIS PAPPIJEPPU DAN TASAWUF
  • BAB 10 OSONG “LAI-LAINNA SIDENRENG”: ESTETIKA LISAN BUGIS DALAM SASTRA ISLAMI TRANSFORMATIF
  • PENUTUP
  • GLOSARIUM
  • DAFTAR PUSTAKA
  • BIODATA PENULIS

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D. , Universitas Muhammadiyah Malaysia

Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D. lahir di Desa Corawali, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 21 Januari 1988. Ia adalah putra dari pasangan sederhana, Almarhum Abdul Hafid dan Ibu Hj. Normi, yang menanamkan nilai-nilai ketekunan dan spiritualitas sejak dini. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 4 Bilokka (lulus 2000), berlanjut ke SMP Negeri 1 Panca Lautang (lulus 2003), dan SMA Negeri 1 Tellu LimpoE (lulus 2006). Semuanya ditempuh di kampung halaman tercinta, tempat di mana nilai-nilai lokal dan spiritualitas tumbuh menjadi fondasi perjuangannya.

Selepas SMA, Elihami mencoba menembus bangku kuliah melalui seleksi nasional di Universitas Negeri Makassar (UNM), namun harus menerima kenyataan gagal dalam seleksi SPMB tahun 2006. Meskipun sempat terhenti dan bahkan diberhentikan secara tidak hormat dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), ia tak menyerah. Justru dari kegagalan itulah jalan perjuangannya dibentuk. Dengan tekad yang diperbaharui, ia kembali melanjutkan pendidikan dan berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada tahun 2010 dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UMPAR. Tak berhenti di situ, ia menyelesaikan Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I.) di kampus yang sama pada tahun 2015. Gelar Doktor (Dr.) dalam bidang Pendidikan Agama Islam pun diraihnya dengan penuh perjuangan dari Universitas Muhammadiyah Parepare pada tahun 2020. Kemudian ia juga menyelesaikan Program Doktor (Ph.D.) yang kedua kalinya di bidang Manajemen Pendidikan di Philippine Women’s University, Manila, Filipina. Pada tahun 2025, ia kembali di terimah pada Jurusan Bisnis program Doktor by research program di Universitas Muhammadiyah Malaysia, ini membuktikan semangat belajar yang tak pernah padam meski berada di medan internasional.

Di balik prestasi akademik yang menginspirasi, Elihami juga dikenal sebagai aktivis dan organisatoris sejati. Sejak masa sekolah, ia telah terlibat aktif dalam berbagai organisasi seperti OSIS, Siswa Pecinta Alam, dan Pramuka Saka Bhayangkara. Ia juga pernah menjadi pengurus Remaja Masjid Syuhada 45 dan terlibat dalam organisasi mahasiswa seperti HMI, Pikom IMM, serta menjabat sebagai pengurus BEM FKIP UMPAR. Kiprahnya meluas hingga menjadi anggota Tapak Suci, KOKAM, serta menjadi pengurus KNPI tingkat kecamatan. Dalam lingkup yang lebih luas, ia menjadi anggota KAHMI, pembina berbagai organisasi otonom Muhammadiyah seperti BASMALA, Tapak Suci, dan KOKAM di Universitas Muhammadiyah Enrekang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan LPCR PDM Enrekang.

Perannya dalam pemberdayaan masyarakat semakin menonjol saat dipercaya sebagai Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Enrekang. Ia juga menjadi bagian dari jaringan akademik nasional melalui keanggotaannya di Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI), serta Konsorsium LPPM Wilayah Indonesia Timur Muhammadiyah. Di tengah kesibukan akademik, ia juga berkontribusi dalam dunia publikasi ilmiah sebagai pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI).

Dari seorang pemuda desa yang pernah gagal menembus bangku kuliah negeri, kini Dr. Elihami menjelma menjadi akademisi tangguh, organisatoris lintas bidang, dan pemimpin masa depan Muhammadiyah yang terus menyalakan obor ilmu, iman, dan pengabdian. Kisahnya bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang keteguhan hati dalam melewati badai, dan keyakinan bahwa pendidikan bukan sekadar gelar—tetapi adalah misi peradaban.

Dr. Elihami aktif dalam berbagai pelatihan dan workshop akademik, seperti bimbingan teknis penyusunan PKM, pelatihan penulisan artikel nasional dan internasional, serta workshop penulisan jurnal internasional bereputasi (Scopus/Thomson Reuters). Hingga saat ini, karya-karya ilmiah Dr. Elihami telah dibaca lebih dari 1.300 kali dan diunduh hampir 8.000 kali, sebuah pencapaian yang mencerminkan tingginya minat dan relevansi kontribusi beliau dalam dunia akademik. Dari sisi publikasi, beliau telah menghasilkan ratusan dokumen ilmiah—termasuk 464 karya yang terindeks secara nasional dan internasional—yang telah diverifikasi oleh lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus, SINTA, dan GARUDA. Ini merupakan bukti nyata atas integritas ilmiah serta kepercayaan dunia akademik terhadap kualitas karya yang dihasilkan.

Dalam ranah internasional, Dr. Elihami telah memublikasikan 10 artikel di jurnal terindeks Scopus dengan 28 sitasi, memperkuat posisi beliau sebagai peneliti yang mampu menjangkau audiens global. Salah satu artikelnya yang cukup menonjol berjudul Empowering communication in language learning, ditulis bersama tim kolaborator. Tak hanya itu, beliau juga memiliki satu artikel yang terdaftar dalam Web of Science (WoS/ISI)—salah satu basis data publikasi ilmiah paling bergengsi di dunia.

Kontribusi nasionalnya pun sangat menonjol. Melalui GARUDA (Garba Rujukan Digital)—portal ilmiah milik Kemendikbudristek—Dr. Elihami telah menyumbangkan 306 publikasi, sebuah angka yang mencerminkan dedikasi tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Di sisi lain, platform Google Scholar mencatat 464 dokumen ilmiah milik beliau dengan total sitasi mencapai 4.457 kali, serta capaian h-index sebesar 23 dan i10-index sebanyak 103. Ini adalah indikator kuat dari pengaruh, kontinuitas, dan kedalaman kontribusi beliau dalam bidang keilmuannya.

Dengan total lebih dari 900 karya ilmiah yang terdokumentasi, Dr. Elihami tak diragukan lagi merupakan salah satu ikon produktivitas akademik Muhammadiyah, yang terus menorehkan kiprah di ranah keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan. Beliau bukan hanya menulis untuk publikasi, tetapi juga untuk membangun jembatan peradaban antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keimanan, antara lokalitas Indonesia dan jejaring global. Sebuah teladan inspiratif bagi generasi pendidik dan peneliti masa depan. Sebagai pendidik, beliau memiliki pengalaman mengajar di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Saat ini, ia merupakan dosen tetap Universitas Muhammadiyah Enrekang, mengampu mata kuliah Karya Tulis Ilmiah dan AIK. Ia juga pernah mengajar di Program Pascasarjana S2 PAI Universitas Muhammadiyah Parepare, SMA Unggulan Parepare, SDN 4 Bilokka, serta menjadi guru honorer di SMA Negeri 1 Panca Lautang selama lima tahun.

 Sebagai pendidik, beliau memiliki pengalaman mengajar di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Saat ini, ia merupakan dosen tetap Universitas Muhammadiyah Enrekang, mengampu mata kuliah Karya Tulis Ilmiah dan AIK. Ia juga pernah mengajar di Program Pascasarjana S2 PAI Universitas Muhammadiyah Parepare, SMA Unggulan Parepare, SDN 4 Bilokka, serta menjadi guru honorer di SMA Negeri 1 Panca Lautang selama lima tahun.

Karier Akademik dan Kepemimpinan di UNIMEN

Karier Dr. Elihami di Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) adalah bukti nyata bahwa ketekunan, visi, dan pengabdian dapat menjelma menjadi tangga pencapaian yang menginspirasi. Sejak awal bergabung, beliau telah dipercaya memegang berbagai posisi strategis yang membentuk arah dan budaya mutu kampus. Pada tahun 2016, ia memulai kiprah kepemimpinan sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), disusul dengan jabatan Kepala P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) pada tahun 2017. Komitmennya terhadap penguatan riset dan pengabdian membawanya menjadi Kepala LP2M pada periode 2020–2024, dan saat ini kembali memegang amanah sebagai Plt. Kepala LP2M tahun 2025. Tak hanya itu, kontribusinya dalam pengambilan kebijakan akademik kampus diwujudkan melalui keanggotaannya sebagai Senat Universitas Muhammadiyah Enrekang selama dua periode berturut-turut, 2020–2024 dan 2025–2028. Amanah besar kembali ia emban saat dipercaya sebagai Wakil Rektor II UNIMEN periode 2024–2028, menandai puncak perannya dalam kepemimpinan institusional yang strategis dan transformatif.

Namun, kiprah Dr. Elihami tidak berhenti di ruang akademik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang gesit dalam dunia wirausaha. Jiwa enterpreneurship yang tumbuh dari nilai kemandirian dan keberdayaan mendorongnya mendirikan dan mengelola berbagai unit bisnis. Beliau adalah Owner Almirah Residence, dan juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Almirah Tujuh Tujuh serta Direktur CV Almirah Tujuh Tujuh, dua entitas usaha yang bergerak di bidang properti, pengembangan masyarakat, dan jasa konstruksi. Baginya, menjadi akademisi tak berarti memisahkan diri dari dunia nyata, justru sebaliknya: ilmu harus berpijak pada kehidupan, dan usaha adalah salah satu bentuk nyata dari pengabdian yang mandiri.

Dalam bidang akademik profesional, beliau berperan sebagai Ketua Penilai Angka Kredit (PAK) UNIMEN dan Asesor Beban Kinerja Dosen (BKD), sekaligus menjadi reviewer tetap untuk berbagai jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Prestasinya pun tak kalah membanggakan. Ia tercatat sebagai peraih skor Sinta tertinggi di UNIMEN, dinobatkan sebagai salah satu dari Top 5000 Scientist Indonesia, serta menjadi penerima hibah penelitian dan pengabdian dari Kemendikbud—sebuah pengakuan atas kualitas dan relevansi karya-karyanya bagi bangsa. Di luar itu, ia juga aktif di bidang konstruksi sebagai anggota Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (AKBI) sejak tahun 2023, memperluas perannya di ranah pembangunan fisik dan infrastruktur.

Tak hanya fokus pada akademik dan usaha, Dr. Elihami juga aktif mengisi berbagai forum edukasi dan pelatihan. Ia kerap diundang sebagai narasumber dalam seminar, workshop, hingga pelatihan peningkatan kapasitas dosen dan masyarakat. Lebih dari itu, ia juga memiliki sertifikasi BNSP sebagai Barista, serta mengikuti berbagai kursus keterampilan sebagai bentuk penguatan soft-skill yang membumi dan memberdayakan. Baginya, pengabdian bukan sekadar jabatan atau gelar—tetapi keberanian untuk terus belajar, memberi manfaat seluas-luasnya, dan meninggalkan jejak keberkahan di setiap langkah kehidupan.

Achmad Dahlan Muchtar, S.Pd.I., M.Pd., Muhammadiyah Enrekang

Achmad Dahlan Muchtar, S.Pd.I., M.Pd. Beliau adalah seorang dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN). Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan Muhammadiyah, kemudian melanjutkan studi sarjana di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Fakultas Agama Islam, Program Studi Pendidikan Agama Islam. Gelar magister (M.Pd.) diperoleh dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2016 dengan fokus kajian pada bidang Pendidikan Agama Islam dan pengembangan metodologi pembelajaran Islam kontekstual.

Sejak tahun 2018, Achmad Dahlan aktif sebagai Dosen Tetap Yayasan Universitas Muhammadiyah Enrekang, sekaligus berperan sebagai Tenaga Ahli Keagamaan di Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang. Di luar aktivitas akademiknya, ia dikenal sebagai kader dan penggerak Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki komitmen tinggi terhadap dakwah dan pendidikan Islam. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Enrekang, serta pernah menjadi Wakil Ketua Majelis Tabligh pada periode sebelumnya.

Perjalanan intelektual dan organisasionalnya berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Sejak masa mahasiswa, ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai anggota Bidang Kader Komisariat FAI UMY, dan terus mengembangkan peran strategisnya dalam membina generasi muda Islam di daerahnya.

Dalam bidang akademik, minat utama Achmad Dahlan terletak pada pengembangan pendidikan Islam transformatif, literasi spiritual, serta integrasi nilai-nilai lokal dengan ajaran Islam dalam konteks dakwah dan kebudayaan. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya yang berfokus pada peningkatan literasi keagamaan dan pembinaan etika sosial berbasis nilai Islam.

Sebagai seorang pendidik dan peneliti, ia meyakini bahwa pendidikan Islam harus menjadi gerakan moral dan intelektual yang membebaskan manusia dari kejumudan berpikir dan krisis spiritual. Pandangannya sejalan dengan visi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang mendorong terwujudnya masyarakat yang berilmu, beradab, dan berkeadilan sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, Achmad Dahlan dikenal sebagai pribadi yang religius, komunikatif, dan inspiratif. Ia memiliki minat dalam membaca, menyanyi, dan bercerita—aktivitas yang memperkaya pengalaman estetik dan emosionalnya sebagai pendidik.

Kontak:
???? 0853-2571-3005

???? [email protected]

???? Media Sosial: @achmaddahlan89

Referensi

Abdullah, I. (2018). Kearifan lokal dan perubahan sosial budaya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Attas, S. M. N. (2010). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Kuala Lumpur: Ta’dib International.

Andaya, L. Y. (2010). Leaves of the same tree: Trade and ethnicity in the Straits of Melaka. Honolulu: University of Hawai‘i Press.

Azra, A. (2019). Spiritualitas Islam dan peradaban global. Jakarta: Prenadamedia Group.

Basri, H. (2020). Sastra dan identitas lokal: Kajian budaya Bugis dalam puisi kontemporer. Makassar: Arus Timur Press.

Elihami, E. (2024). Nilai-nilai Pappijeppu dalam kebudayaan Bugis: Refleksi spiritual dan etika sosial. Enrekang: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIMEN.

Hamid, A. (2017). Tasawuf Nusantara: Dinamika dan transformasi nilai-nilai sufistik di Indonesia. Bandung: Mizan.

Hasan, M. (2021). Digitalisasi sastra Islam: Tantangan dan peluang dalam era industri 4.0. Jurnal Sastra dan Budaya Islam, 15(2), 112–130. https://doi.org/10.1234/jsbi.v15i2.321

Mattulada. (2015). Latoa: Suatu lukisan analisis terhadap antropologi politik orang Bugis. Makassar: Hasanuddin University Press.

Nasr, S. H. (2007). The garden of truth: The vision and promise of Sufism, Islam’s mystical tradition. New York: HarperOne.

Nasr, S. H. (1993). The need for a sacred science. Albany: State University of New York Press.

Nur, F. (2022). Pappaseng dan Pappijeppu sebagai fondasi etika dalam budaya Bugis. Jurnal Budaya dan Islam Nusantara, 5(1), 55–70.

Rahman, F. (2020). Digital humanities dan sastra religius di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Said, A. (2019). Pappijeppu: Nilai harmoni dan spiritualitas dalam budaya Bugis. Jurnal Kajian Sosial dan Kemanusiaan, 4(2), 87–101.

Shihab, M. Q. (2018). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat modern. Jakarta: Lentera Hati.

Syamsuddin, A. R. (2023). Transformasi nilai sufistik dalam puisi digital era milenial. Jurnal Sastra Islam Kontemporer, 8(1), 44–60.

SASTRA ISLAMI TRANSFORMATIF: Integrasi Nilai Pappijeppu, Tasawuf, dan Literasi Humanis di Era Digital

Diterbitkan

13 November 2025

Detail format terbitan yang tersedia: preview

preview

ISBN-13 (15)

978-634-202-888-9

Dimensi Fisik

Cara Mengutip

SASTRA ISLAMI TRANSFORMATIF: Integrasi Nilai Pappijeppu, Tasawuf, dan Literasi Humanis di Era Digital. (2025). PENERBIT KARYA BAKTI MAKMUR (KBM) INDONESIA. https://librarypenerbitkbm.science/index.php/buku/catalog/book/754