TUHAN, AKU SEDANG BERUSAHA
Kata Kunci:
TUHAN, AKU SEDANG BERUSAHASinopsis
Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang lahir dari proses perjalanan batin seseorang dalam memahami kehidupan, dirinya sendiri, serta berbagai keadaan yang tidak selalu sesuai dengan harapan.
Setiap kalimat di dalamnya merupakan ungkapan sederhana dari pengalaman, perasaan, dan refleksi diri terhadap rasa lelah, harapan, kehilangan, serta upaya untuk tetap bertahan di tengah keadaan yang tidak mudah.
Tulisan-tulisan dalam buku ini pada awalnya ditujukan sebagai bentuk catatan pribadi. Namun, seiring berjalannya waktu, rangkaian kata tersebut diharapkan dapat menjadi bacaan yang juga memberi makna bagi orang lain, serta menjadi pengingat bahwa setiap orang sedang berproses dengan caranya masing-masing.
Tuhan, Aku Sedang Berusaha hadir sebagai pengingat bahwa bertahan dalam keadaan sulit pun merupakan bagian dari perjalanan yang patut dihargai.
Bab
-
KATA PENGANTAR
-
KATA PENGANTAR
-
“Nilaimu tidak bergantung pada dunia”
-
"Jalanmu memang tidak akan pernah sama"
-
“Tetap berjalan, meski tidak mudah”
-
“Arah tidak selalu terlihat, tetapi tetap ada”
-
“Tidak semua yang dipikirkan perlu ditakuti”
-
“Diam tidak selalu menenangkan, melangkah tidak selalu menakutkan”
-
“Perjalanan tidak selalu terasa bergerak, tetapi itu tidak berarti kamu diam”
-
“Berhenti sejenak bukan berarti tertinggal”
-
“Tidak semua harus diselesaikan sekaligus”
-
“Kesiapan tidak selalu datang sebelum perjalanan dimulai”
-
“Keraguan tidak selalu berarti kesalahan”
-
“Warna tidak hilang, hanya belum terlihat”
-
“Yang lama dipendam akan terasa lebih berat”
-
“Tidak semua badai harus dihindari”
-
“Sembuh tidak sama dengan menutup”
-
"Menerima Bahwa Diri Juga Bisa Lelah"
Unduhan
Referensi
