MENGAPA KITA SULIT KHUSYUK DI DALAM SHOLAT

Penulis

Ust. Drs. H. Bagenda Ali, M.M.

Kata Kunci:

MENGAPA KITA SULIT KHUSYUK DI DALAM SHOLAT

Sinopsis

Sholat adalah tiang agama dan sarana terdekat bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Namun, berapa banyak di antara kita yang melaksanakannya tanpa benar-benar menghadirkan hati? Lisan berucap, tubuh rukuk dan sujud, tetapi pikiran melayang jauh ke urusan dunia. Inilah penyakit hati yang paling halus: lalai dalam sholat.

Mengapa kita sulit khusyuk dalam sholat? Padahal sholat adalah momen paling sakral untuk berjumpa dengan Allah. Namun sering kali hati lalai, pikiran melayang, dan gerakan hanya menjadi rutinitas. Buku ini mengajak kita menyelami sebab-sebab hilangnya kekhusyukan mulai dari kelalaian hati, kesibukan dunia, hingga kurangnya pemahaman makna bacaan sholat.

Dengan bahasa yang lembut namun menyentuh, penulis menguraikan cara menata hati, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan menghadirkan rasa cinta dalam ibadah. Mengapa Kita Sulit Khusyuk dalam Sholat bukan sekadar bacaan, tetapi ajakan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah agar setiap sujud benar-benar menjadi tempat beristirahatnya dan terhiburnya jiwa

Bab

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB 1 PENDAHULUAN
  • BAB 2 HAKIKAT KHUSYUK DALAM SHOLAT
  • BAB 3 MENGAPA HATI SULIT HADIR SAAT SHOLAT
  • BAB 4 MENGHADIRKAN RUH AGAR SHALAT MENJADI KHUSYU
  • BAB 5 MENYIAPKAN DIRI SEBELUM SHOLAT
  • BAB 6 KHUSYUK DENGAN MERASAKAN DIAWASI DAN KEHADIRAN ALLAH
  • BAB 7 KONSEP IMAM AL GHAZALI DAN IMAM NAWAWI TENTANG MENGHADIRKAN HATI
  • BAB 8 MEMAHAMI BACAAN SHOLAT
  • BAB 9 ADAB DAN TATA CARA SHOLAT YANG MENUMBUHKAN KHUSYUK
  • BAB 10 GANGGUAN DALAM SHOLAT DAN CARA MENGATASINYA
  • BAB 11 MENUMBUHKAN RASA CINTA DALAM SHOLAT
  • BAB 12 SHOLAT YANG DITERIMA DI SISI ALLAH
  • BAB 13 PENUTUP KEMBALI MENEMUKAN MAKNA SHOLAT
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENULIS

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Ust. Drs. H. Bagenda Ali, M.M.

Lahir di desa Sabaru Kalmas Pangkep Sul-Sel, 21 Oktober 1966, dari keluarga suku Bugis-Makassar setelah menamatkan Sekolah Dasar di Kampung halamannya kemudian merantau ke pulau Jawa untuk nyantri dan mondok di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur yang diasuh oleh KH. Yusuf Hasyim pada tahun 1981 dengan ditanggung biayanya oleh Yayasan Al Falah desa Pammas Kalmas asuhan KH. Muhammad Nuh. Namun pada tahun 1982 dipindahkan oleh Yayasan Al Falah ke Pesantren Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur yang diasuh oleh KH. Raden As’ad Syamsul Arifin (Pahlawan Nasional) menyelesaikan pendidikan formalnya dengan merangkap di Sekolah Agama dan sekolah Umum yakni SMP dan SMA serta Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah kemudian Aliyah semuanya selesai tahun 1987.

Kemudian pada tahun 1987 Masuk Perguruan Tinggi di Pesantren tersebut pada Fakultas Syari’ah IAII (sekarang Universitas Ibrahimy) selesai 1993 selanjutnya mondok lagi untuk mengaji di Pesantren Al Barokah di Jetis Kecamatan Dau kota Malang Jawa Timur asuhan KH. Ahyari. Pada tahun 1994 sempat mengasuh beberapa Majelis Taklim dan Pengajian di Masjid pada perumahan Cijujung Permai Kedung Halang Bogor Jawa Barat selanjutnya menjadi karyawan di sebuah Perusahaan di Surabaya (PT. ALKON). Perjalanan selanjutnya akhir tahun 1994 sampai 1996 menjadi Guru Agama di SMP dan SMA Muhammadiyah Pagatan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sambil menjadi Da’i di daerah transmigrasi.

Akhir tahun 1996 pindah merantau ke pulau Bali yakni di kota Denpasar Bali dengan alasan ikut isteri yang bernama Dra. Hj. Husniyah berdarah Madura Sampang yang dinikahi pada tahun 1995 sambil mengasuh pengajian di beberapa Majelis Taklim dan juga berbisnis hingga masuk dan bergabung di Kementerian Agama Provinsi Bali sebagai PNS pada tahun 1997 dan ditugaskan di daerah Kabupaten Jembrana. Sampai akhirnya tinggal menetap di suatu kampung muslim kuno di tengah mayoritas penganut Agama Hindu di Bali bernama Kampung Muslim Loloan Kabupaten Jembrana yang warganya mayoritas berdarah suku Bugis-Makassar dan berbahasa Melayu.

Awalnya menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan yakni Kecamatan Pekutatan, kemudian pindah ke Kecamatan Melaya dan terakhir di Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana dari tahun 2001 dan dari tahun 2012 menjadi Pejabat di Kantor Kementerian Agama Kab. Jembrana baik struktural maupun fungsional sampai sekarang. Untuk melengkapi pendidikan ke jenjang S2 maka Tahun 2007 melanjutkan kuliyah di STIE ABI Surabaya konsentrasi Manajemen Sumberdaya Manusia selesai pada tahun 2009. Saat ini telah dikaruniai 4 orang anak yaitu 1 putra dan 3 putri antara lain bernama: Irsyadatul Mahmudah, Yusril Ihsan, Maulidah Hasanah dan Husnul Khotimah.

Karya tulis :

1.      Awal Mula Muslim di Bali

2.      Jika, Sedekah Menjadi Lifestyle ( Gaya Hidup)

3.      50 Masalah Agama Bagi Muslim Bali

4.      Muslim Moderat.

5.      Bekal Penyuluh Agama Islam

6.      147 Masalah Fiqhi Akual

7.       Wali Pitu, Al Qur’an Kuno Dan Benda Warisan Muslim Bali

8.       Masjid Darul Huda, Perjuangan Muslim Di Tengah Adat Bali

9.      Mengapa Kita Sulit Khusyu Dalam Sholat ?

Referensi

Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail, Shahih Al-Bukhari, Beirut: Dar Thuq An- Najah,1422 H.

Al Hajjaj An Naisaburi, Imam Muslim, Mesir: Ad-Darul Alamiyyah, 1998.

Al Ghazali, Imam, Ihyaul Ulumuddin, Bairut: Darul Kutub Al Alamiyah, 2002

Al Indragiri, Ransi Mardi, Menemukan Khusyuk Dalam Sholat, Solo : Pustaka Arafah, 2016

Al-Jauziyyah, Ibnul Qayyim, Al-Fawaid, Riyadh: Maktabah Ar Rusydi, 2018

Al-Jauziyyah, Ibnul Qayyim, Asrarus Shalah, Bairut: Daru Ibnu Hazm, 2003

Al-Jauziyyah, Ibnul Qayyim, Madarijus Salikin, Dar al‑Kutub al‑Arabiyyah, Bairut : 1994

Al Qahthani, Said Bin Ali Bin Wahf, Panduan Lengkap Shalat Khusyuk, Solo : Zam Zam, 2016

An-Nawawi, Imam, Al-Adzkar, Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H..

An-Nawawi, Imam, Riyadhus Sholihin, Jakarta : Syirkah An Nur Asia, tt

An-Nawawi, Imam Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, Bairut : Darul Fikr, 1996

As Suyuti, Imam Jalaluddin, Syarhus Shudur, Bairut : Darul Makrifah . 1996

Ash Siddiqie, T. Muh. Hasbi, Pedoman Sholat, Semarang : Pustaka Rizki Putra, 2000.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Semarang : PT. Karya Toha Putra, 1997.

Isma’il, bin Umar’ Ibn Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Libanon : Darul Ihya At Turasul Arabi, 1980

Sabiq, Syekh Sayyid, Fiqhus Sunnah, Kairo :Darul Fatah Lii'lamil Arabi, 2000.

Sayyid Quthb, Fi Zhilalil Qur’an, Istanbul Turkey : Daru Ushulil Alamiyah, 2019

Syaikh Mu’min Al Haddad, Rahasia Sholat Khusyuk, Jakarta : Aqwam Medika, 2014

Wahf Al Qatani, Said bin Ali. Dr., Panduan LengkapSholat Khusyuk, Sukoharjo : Zam zam, 2016

MENGAPA KITA SULIT KHUSYUK DI DALAM SHOLAT

Diterbitkan

5 Februari 2026

Detail format terbitan yang tersedia: preview

preview

ISBN-13 (15)

978-634-278-022-0

Dimensi Fisik

Cara Mengutip