Elihami, Universitas Muhammadiyah Enrekang
Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Ph.D. lahir di Desa Corawali, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 21 Januari 1988. Ia adalah putra dari pasangan sederhana, Almarhum Abdul Hafid dan Ibu Hj. Normi, yang menanamkan nilai-nilai ketekunan dan spiritualitas sejak dini. Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 4 Bilokka (lulus 2000), berlanjut ke SMP Negeri 1 Panca Lautang (lulus 2003), dan SMA Negeri 1 Tellu LimpoE (lulus 2006). Semuanya ditempuh di kampung halaman tercinta, tempat di mana nilai-nilai lokal dan spiritualitas tumbuh menjadi fondasi perjuangannya.
Selepas SMA, Elihami mencoba menembus bangku kuliah melalui seleksi nasional di Universitas Negeri Makassar (UNM), namun harus menerima kenyataan gagal dalam seleksi SPMB tahun 2006. Meskipun sempat terhenti dan bahkan diberhentikan secara tidak hormat dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), ia tak menyerah. Justru dari kegagalan itulah jalan perjuangannya dibentuk. Dengan tekad yang diperbaharui, ia kembali melanjutkan pendidikan dan berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada tahun 2010 dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UMPAR. Tak berhenti di situ, ia menyelesaikan Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I.) di kampus yang sama pada tahun 2015. Gelar Doktor (Dr.) dalam bidang Pendidikan Agama Islam pun diraihnya dengan penuh perjuangan dari Universitas Muhammadiyah Parepare pada tahun 2020. Kemudian ia juga menyelesaikan Program Doktor (Ph.D.) yang kedua kalinya di bidang Manajemen Pendidikan di Philippine Women’s University, Manila, Filipina. Pada tahun 2025, ia kembali di terimah pada Jurusan Bisnis dan Manajemen program Doktor by research program di Universitas Muhammadiyah Malaysia, ini membuktikan semangat belajar yang tak pernah padam meski berada di medan internasional.
Di balik prestasi akademik yang menginspirasi, Elihami juga dikenal sebagai aktivis dan organisatoris sejati. Sejak masa sekolah, ia telah terlibat aktif dalam berbagai organisasi seperti OSIS, Siswa Pecinta Alam, dan Pramuka Saka Bhayangkara. Ia juga pernah menjadi pengurus Remaja Masjid Syuhada 45 dan terlibat dalam organisasi mahasiswa seperti HMI, Pikom IMM, serta menjabat sebagai pengurus BEM FKIP UMPAR. Kiprahnya meluas hingga menjadi anggota Tapak Suci, KOKAM, serta menjadi pengurus KNPI tingkat kecamatan. Dalam lingkup yang lebih luas, ia menjadi anggota KAHMI, pembina berbagai organisasi otonom Muhammadiyah seperti BASMALA, Tapak Suci, dan KOKAM di Universitas Muhammadiyah Enrekang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan LPCR PDM Enrekang.
Perannya dalam pemberdayaan masyarakat semakin menonjol saat dipercaya sebagai Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PDM Enrekang. Ia juga menjadi bagian dari jaringan akademik nasional melalui keanggotaannya di Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Asosiasi Dosen Republik Indonesia (ADRI), serta Konsorsium LPPM Wilayah Indonesia Timur Muhammadiyah. Di tengah kesibukan akademik, ia juga berkontribusi dalam dunia publikasi ilmiah sebagai pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Dari seorang pemuda desa yang pernah gagal menembus bangku kuliah negeri, kini Dr. Elihami menjelma menjadi akademisi tangguh, organisatoris lintas bidang, dan pemimpin masa depan Muhammadiyah yang terus menyalakan obor ilmu, iman, dan pengabdian. Kisahnya bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang keteguhan hati dalam melewati badai, dan keyakinan bahwa pendidikan bukan sekadar gelar—tetapi adalah misi peradaban.
Dr. Elihami aktif dalam berbagai pelatihan dan workshop akademik, seperti bimbingan teknis penyusunan PKM, pelatihan penulisan artikel nasional dan internasional, serta workshop penulisan jurnal internasional bereputasi (Scopus/Thomson Reuters). Hingga saat ini, karya-karya ilmiah Dr. Elihami telah dibaca lebih dari 1.300 kali dan diunduh hampir 8.000 kali, sebuah pencapaian yang mencerminkan tingginya minat dan relevansi kontribusi beliau dalam dunia akademik. Dari sisi publikasi, beliau telah menghasilkan ratusan dokumen ilmiah—termasuk 464 karya yang terindeks secara nasional dan internasional—yang telah diverifikasi oleh lembaga-lembaga pengindeks bereputasi seperti Scopus, SINTA, dan GARUDA. Ini merupakan bukti nyata atas integritas ilmiah serta kepercayaan dunia akademik terhadap kualitas karya yang dihasilkan.
Dalam ranah internasional, Dr. Elihami telah memublikasikan 11 artikel di jurnal terindeks Scopus dengan 28 sitasi, memperkuat posisi beliau sebagai peneliti yang mampu menjangkau audiens global. Salah satu artikelnya yang cukup menonjol berjudul Empowering communication in language learning, ditulis bersama tim kolaborator. Tak hanya itu, beliau juga memiliki satu artikel yang terdaftar dalam Web of Science (WoS/ISI)—salah satu basis data publikasi ilmiah paling bergengsi di dunia.
Dalam kiprah akademiknya, Dr. Elihami dikenal sebagai sosok produktif dan inovatif. Berdasarkan data dari GARUDA (Garba Rujukan Digital) milik Kemendikbudristek, beliau telah menyumbangkan lebih dari 306 publikasi ilmiah, yang menjadi referensi penting bagi pengembangan ilmu pendidikan, keislaman, dan kemanusiaan di Indonesia. Sementara itu, Google Scholar mencatat 464 karya ilmiah miliknya dengan total sitasi mencapai 4.457 kali, serta h-index 23 dan i10-index 103 — angka yang menegaskan pengaruh luas dan konsistensi kontribusinya di ranah akademik.
Prestasinya diakui pula melalui SINTA (Science and Technology Index) dengan SINTA ID: 6691487, yang mencatat Skor Total 8.150 dan Skor 3 Tahun Terakhir 1.353, menjadikannya salah satu dosen dengan produktivitas riset tertinggi di kawasan Indonesia Timur. Google Scholar juga memperkuat reputasinya dengan 4.805 sitasi (all time) dan h-index 30, menandakan reputasi nasional dan internasional yang solid.
Dr. Elihami bukan sekadar peneliti, tetapi juga pembangun peradaban pengetahuan. Ia menulis bukan semata untuk publikasi, melainkan untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan nilai keimanan, antara kearifan lokal Bugis dengan visi spiritualitas Islam universal. Melalui karya dan pemikiran yang humanistik, ia terus menginspirasi generasi pendidik muda agar mampu menulis, meneliti, dan mengajar dengan jiwa yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai pendidik, beliau telah menapaki perjalanan panjang — dari guru honorer di SMA Negeri 1 Panca Lautang, pengajar di SMA Unggulan Parepare dan SDN 4 Bilokka, hingga dosen pembimbing mahasiswa magister di UNIMEN. Pengalaman panjang itu membentuk karakter kepemimpinan akademik yang berpadu antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial. Kini, Dr. Elihami menjadi salah satu figur Muhammadiyah yang terus menorehkan kiprah nasional dalam pendidikan, riset, dan dakwah intelektual menuju masyarakat berkemajuan. Sebagai pendidik, beliau memiliki pengalaman mengajar di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Saat ini, ia merupakan dosen tetap Yayasan pada Prodi S2 Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Enrekang, mengampu mata kuliah Karya Tulis Ilmiah dan AIK. Ia juga pernah mengajar di Program Pascasarjana S2 PAI Universitas Muhammadiyah Parepare, SMA Unggulan Parepare, SDN 4 Bilokka, serta menjadi guru honorer di SMA Negeri 1 Panca Lautang selama lima tahun.
Karier Akademik dan Kepemimpinan di UNIMEN
Karier Dr. Elihami di Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) adalah bukti nyata bahwa ketekunan, visi, dan pengabdian dapat menjelma menjadi tangga pencapaian yang menginspirasi. Sejak awal bergabung, beliau telah dipercaya memegang berbagai posisi strategis yang membentuk arah dan budaya mutu kampus. Pada tahun 2016, ia memulai kiprah kepemimpinan sebagai Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M), disusul dengan jabatan Kepala P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) pada tahun 2017. Komitmennya terhadap penguatan riset dan pengabdian membawanya menjadi Kepala LP2M pada periode 2020–2024, dan saat ini kembali memegang amanah sebagai Plt. Kepala LP2M tahun 2025. Tak hanya itu, kontribusinya dalam pengambilan kebijakan akademik kampus diwujudkan melalui keanggotaannya sebagai Senat Universitas Muhammadiyah Enrekang selama dua periode berturut-turut, 2020–2024 dan 2025–2028. Amanah besar kembali ia emban saat dipercaya sebagai Wakil Rektor II UNIMEN periode 2024–2028, menandai puncak perannya dalam kepemimpinan institusional yang strategis dan transformatif.
Namun, kiprah Dr. Elihami tidak berhenti di ruang akademik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang gesit dalam dunia wirausaha. Jiwa enterpreneurship yang tumbuh dari nilai kemandirian dan keberdayaan mendorongnya mendirikan dan mengelola berbagai unit bisnis. Beliau adalah Owner Almirah Residence, dan juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Almirah Tujuh Tujuh serta Direktur CV Almirah Tujuh Tujuh, dua entitas usaha yang bergerak di bidang properti, pengembangan masyarakat, dan jasa konstruksi. Baginya, menjadi akademisi tak berarti memisahkan diri dari dunia nyata, justru sebaliknya: ilmu harus berpijak pada kehidupan, dan usaha adalah salah satu bentuk nyata dari pengabdian yang mandiri.
Dalam bidang akademik profesional, beliau berperan sebagai Ketua Penilai Angka Kredit (PAK) UNIMEN dan Asesor Beban Kinerja Dosen (BKD), sekaligus menjadi reviewer tetap untuk berbagai jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Prestasinya pun tak kalah membanggakan. Ia tercatat sebagai peraih skor Sinta tertinggi di UNIMEN, dinobatkan sebagai salah satu dari Top 5000 Scientist Indonesia, serta menjadi penerima hibah penelitian dan pengabdian dari Kemendikbud—sebuah pengakuan atas kualitas dan relevansi karya-karyanya bagi bangsa. Di luar itu, ia juga aktif di bidang konstruksi sebagai anggota Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (AKBI) sejak tahun 2023, memperluas perannya di ranah pembangunan fisik dan infrastruktur.
Tak hanya fokus pada akademik dan usaha, Dr. Elihami juga aktif mengisi berbagai forum edukasi dan pelatihan. Ia kerap diundang sebagai narasumber dalam seminar, workshop, hingga pelatihan peningkatan kapasitas dosen dan masyarakat. Lebih dari itu, ia juga memiliki sertifikasi BNSP sebagai Barista, serta mengikuti berbagai kursus keterampilan sebagai bentuk penguatan soft-skill yang membumi dan memberdayakan. Baginya, pengabdian bukan sekadar jabatan atau gelar—tetapi keberanian untuk terus belajar, memberi manfaat seluas-luasnya, dan meninggalkan jejak keberkahan di setiap langkah kehidupan.