POLICY BRIEF: PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DI KALIMANTAN BARAT

Authors

Dr. Mayong Andreas Acin Dr. Kristianus, M.Si Cenderato, M.Pd Yohanes Chandra Kurnia Saputra, M.Ag Amadi, M.Th Angel Melinda, S.Sos

Keywords:

POLICY, BRIEF

Synopsis

Buku Policy Brief: elestarian Budaya Dayak di Kalimantan Barat menguraikan pentingnya budaya sebagai fondasi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Bab-bab awal menjelaskan konsep dasar pelestarian budaya, maknanya dalam kehidupan manusia, serta fungsi budaya sebagai perekat sosial dan moral bangsa. Melalui pendekatan teoritis dan filosofis, pembaca diajak memahami bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sumber nilai yang membentuk identitas kolektif suatu masyarakat. Buku ini menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya bersifat simbolik, melainkan bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Budaya menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan yang menumbuhkan kesadaran akan jati diri bangsa. Dengan demikian, pemahaman konseptual menjadi dasar kuat bagi upaya pelestarian budaya di berbagai lapisan masyarakat.

Bagian tengah buku menggambarkan secara mendalam kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat sebagai contoh konkret pelestarian budaya lokal. Bab-bab tersebut menguraikan kekayaan budaya Dayak melalui sistem sosial, kesenian, pertanian, siklus kehidupan, hingga pengobatan tradisional yang penuh makna simbolik. Buku ini juga menyoroti nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat Dayak, seperti gotong royong, etika terhadap alam, serta keselarasan antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penulis membahas tantangan besar yang dihadapi budaya Dayak akibat arus modernisasi, globalisasi, dan komersialisasi budaya. Meskipun demikian, berbagai peluang juga muncul melalui pendidikan, teknologi digital, dan kebangkitan kesadaran identitas lokal. Pada bagian ini, pembaca diperlihatkan dinamika budaya Dayak yang terus hidup, tumbuh, dan beradaptasi di tengah perubahan zaman.

Bagian akhir buku berfokus pada strategi dan kebijakan pelestarian budaya yang menekankan kolaborasi multi-pihak. Pemerintah, lembaga adat, gereja, akademisi, sektor swasta, dan media didorong untuk bekerja bersama dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan. Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian tidak dapat dicapai tanpa sinergi antara kebijakan nasional, peran daerah, dan inisiatif masyarakat lokal. Penulis juga menyoroti pentingnya pendidikan, riset, dan ekonomi kreatif sebagai jalan menuju keberlanjutan budaya. Pada akhirnya, buku ini menutup dengan refleksi bahwa pelestarian budaya Dayak adalah bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus tanggung jawab moral bagi generasi mendatang. Dengan gaya penulisan yang ilmiah namun humanis, karya ini menjadi kontribusi berharga dalam wacana kebudayaan Indonesia yang majemuk dan beradab.

Chapters

  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB 01 Konsep Pelestarian Budaya
  • BAB 02 Makna Pelestarian Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat
  • BAB 03 Budaya Sebagai Sistem Sosial Dan Kehidupan Manusia
  • BAB 04 Unsur-Unsur Budaya Dalam Kehidupan Masyarakat
  • BAB 05 Fungsi Budaya Bagi Masyarakat Dan Pembangunan Sosial
  • BAB 06 Kalimantan Barat Dan Masyarakat Dayak: Gambaran Umum
  • BAB 07 Kesenian, Pertanian, Siklus Kehidupan, Dan Pengobatan Tradisional Dayak
  • BAB 08 Identitas Budaya Dayak
  • BAB 09 Nilai-Nilai Luhur Dan Kearifan Lokal Masyarakat Dayak
  • BAB 10 Tantangan Dalam Pelestarian Budaya Dayak
  • BAB 11 Peluang Pelestarian Budaya Dayak Di Era Modern
  • BAB 12 Strategi Masyarakat Lokal Dalam Pelestarian Budaya
  • BAB 13 Kebijakan Pelestarian Budaya Dayak
  • BAB 14 Peran Pemerintah Dalam Keberlanjutan Budaya Dayak
  • BAB 15 Kerja Sama Dan Kolaborasi Multi-Pihak Dalam Pelestarian Budaya Dayak
  • DAFTAR PUSTAKA
  • PROFIL PENULIS

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ghafur, A. (2024). Tourism policy impact on transforming religious traditions of Dayak a case study of the Hudoq ceremony tradition of the Dayak Bahau tribe in tourism development, East Kalimantan, Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 11. https://doi.org/10.1080/23311983.2024. 2429938

Sobian, P., , S., , P., & Mochsin, S. (2021). Weaknesses and Constraints of Dayak Desa Cultural life in Ensaid Panjang Village, Sintang District, West Kalimantan, Indonesia. International Journal of Scientific and Research Publications (IJSRP). https://doi.org/10.29322/ijsrp.11.12.2021. p12050

Syam, C., Olendo, Y., Dewantara, J., & Rahmani, E. (2024). Oral literature and social identity of the Dayak Kanayatn: the extinction of oral literature in the midst of contemporary cultural trends. Cogent Arts & Humanities, 11. https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2376785

Mau, D., Dan, P., Budaya, A., Di, B., Tengah, K., Era, D., , G., Mau, Y., Kurniansah, R., Adi, W., & Ariawan, P. (2024). The Preservation and Adaptation of Betang Culture in Central Borneo in the Era of Globalization. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora. https://doi.org/ 10.26418/j-psh.v15i2.85139

Olendo, Y., Dewantara, J., & Efriani, E. (2022). Tradition, ritual, and art of the "Baliatn"; The conceptualization of philosophy and the manifestation of spirituality among the Dayak Kanayatn. Wacana. https://doi.org/10.17510/ wacana.v23i2.1059

Riana, D., Indrawati, I., & Hidayatullah, D. (2022). Dayak Meratus Tribe in The Middle of Modernity in Eva Liana's Novel ‘Mawinei’: A Cultural Transformation. Proceedings of the First International Conference on Democracy and Social Transformation, ICON-DEMOST 2021, September 15, 2021, Semarang, Indonesia. https://doi.org/10.4108/eai.15-9-2021.2315601

, M., , S., & , M. (2020). Dayak Deah Culture Preservation Management in Tabalong District, South Kalimantan. **, 8-14. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200417.003

Vivian, Y., Yusriansyah, E., Max, J., D, D., Putra, B., , A., Iqbal, M., & Kawulusan, F. (2024). Practices for Safeguarding Intangible Cultural Heritage: Integrating the National Perspectives with the Practices of Indigenous People of Indonesia. ISVS e-journal. https://doi.org/10.61275 /isvsej-2024-11-10-05

, F., & Dewantara, J. (2022). Social resilience of indigenous community on the border: Belief and confidence in anticipating the spread of COVID‐19 through the Besamsam custom in the Dayak community. Journal of Community & Applied Social Psychology. https://doi.org/ 10.1002/casp.2611

Juliarsih, R., Gustin, M., Melisa, D., Novitasari, F., & Lidia, V. (2025). Internalizing Dayak cultural values to foster youth entrepreneurial interest in local economic development. Implementasi Manajemen & Kewirausahaan. https://doi.org/ 10.38156/imka.v5i1.538

Murhaini, S., & , A. (2021). The farming management of Dayak People's community based on local wisdom ecosystem in Kalimantan Indonesia. Heliyon, 7. https://doi.org/ 10.1016/j.heliyon.2021.e08578

Olendo, Y., Dewantara, J., & Efriani, E. (2022). Tradition, ritual, and art of the "Baliatn"; The conceptualization of philosophy and the manifestation of spirituality among the Dayak Kanayatn. Wacana. https://doi.org/10.17510/ wacana.v23i2.1059

Mau, D., Dan, P., Budaya, A., Di, B., Tengah, K., Era, D., , G., Mau, Y., Kurniansah, R., Adi, W., & Ariawan, P. (2024). The Preservation and Adaptation of Betang Culture in Central Borneo in the Era of Globalization. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora. https://doi.org/10. 26418/j-psh.v15i2.85139

Hardian*, G., Kusdiwanggo, S., & Arsita, E. (2024). Cultural Aspects in Sustainable Development: The Dayak Tribe in East Kalimantan. Riwayat: Educational Journal of History and Humanities. https://doi.org/10.24815/jr.v7i1.37360

Ghafur, A. (2024). Tourism policy impact on transforming religious traditions of Dayak a case study of the Hudoq ceremony tradition of the Dayak Bahau tribe in tourism development, East Kalimantan, Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 11. https://doi.org/10.1080/23311983.2024. 2429938

Sinaga, J., , I., Sinambela, J., & Widyatiningtyas, R. (2023). Social Solidarity: Getting to Know the Uniqueness and Cultural Appeal of Traditional Dayak Tribes. East Asian Journal of Multidisciplinary Research. https://doi.org/10.55927/eajmr. v2i4.3767

Dismas, D. (2023). Myth and Religion in the Traditional Dayak Way of Life. Kawalu: Journal of Local Culture. https://doi.org/10.32678/kwl.v10i01.7865

Suprianto, B., & Bakri, Z. (2023). The Environmental Practices of Dayak Local Tradition in Kapuas Hulu District. POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan. https://doi.org/10.53491/ porosonim.v4i1.735

Syam, C., Olendo, Y., Dewantara, J., & Rahmani, E. (2024). Oral literature and social identity of the Dayak Kanayatn: the extinction of oral literature in the midst of contemporary cultural trends. Cogent Arts & Humanities, 11. https://doi.org/ 10.1080/23311983.2024.2376785

Suswandari, S., Armiyati, L., & Azid, N. (2022). Local wisdom of dayak ethnic groups in central kalimantan, Indonesia. ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia. https://doi.org/10. 31947/etnosia.v7i1.20633

Kwirinus, D., & Saeng, V. (2023). Ancestral Beliefs, Religious Systems and Views of Life Traditional Dayak Community. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Sosial. https://doi.org/10.23917 /sosial.v4i1.1628

Herlina, H., Hastiani, H., & Hariadi, T. (2024). The Ritual of the Rise of the Dango as a Reflection of the Dayak Ethnic Tradition (Study of Cultural and Religious Educational Value). Greenation International Journal of Law and Social Sciences. https://doi.org/10.38035/gijlss.v2i1.228

Kencana, J., & Marianta, Y. (2023). Peran Kaum Muda Desa Labang Dalam Upaya Pelestarian Budaya Suku Dayak Kebahan Dalam Perspektif Evring Goffman. Jurnal Budaya Nusantara. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol6.no1.a6430

Herman, .., Wasliman, I., , H., Iriantara, Y., & Suryadi, B. (2021). The Value of Life in Dayak Meratus Custom, Indonesian. Haya: The Saudi Journal of Life Sciences. https://doi.org/10. 36348/sjls.2021.v06i04.002

Ananda, F., Chalimi, I., & Mirzachaerulsyah, E. (2024). Ikat Weaving Dayak Desa: The Meaning of Local Wisdom Values in Ensaid Panjang Village. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora. https://doi.org/10.26418/j-psh.v15i2. 77491

POLICY BRIEF : PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DI KALIMANTAN BARAT

Downloads

PREVIEW

Published

November 26, 2025

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

QRCBN : 62-1307-1494-363

Physical Dimensions

How to Cite

POLICY BRIEF: PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DI KALIMANTAN BARAT. (2025). Library Buku Penerbit KBM. https://librarypenerbitkbm.science/index.php/buku/catalog/book/787