PERNIKAHAN DINI DI MADURA: Krisis Komunikasi Keluarga, Stunting, dan Luka Mental
Keywords:
PERNIKAHAN , MADURASynopsis
Mengapa pernikahan dini masih marak di Madura? Apa dampaknya bagi anak-anak dan pasangan muda? Dan bagaimana komunikasi keluarga memainkan peran penting dalam siklus yang terus berulang ini?
Buku “Pernikahan Dini di Madura: Krisis Komunikasi Keluarga, Stunting, dan Luka Mental” menghadirkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui pendekatan komunikasi yang tajam namun disajikan dengan bahasa populer-edukatif.
Melalui buku ini, pembaca akan diajak menelusuri:
Krisis komunikasi keluarga yang sering kali menutup ruang dialog antara orang tua dan anak. Faktor budaya, agama, dan sosial-ekonomi yang melanggengkan praktik pernikahan dini.
Risiko kesehatan berupa stunting yang dialami anak dari ibu usia belia. Luka psikologis berupa stres, depresi, hingga konflik rumah tangga yang dialami pasangan muda.Peran komunikasi publik dan tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan. Rekomendasi strategi komunikasi keluarga dan kesehatan yang solutif bagi masyarakat Madura.
Ditopang dengan data, teori, serta kisah nyata yang menggugah hati, buku ini ditujukan bagi kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi, dan masyarakat luas yang peduli terhadap masa depan generasi muda.
Buku ini menyadarkan kita bahwa pencegahan pernikahan dini bukan sekadar urusan hukum atau medis, tetapi juga bagaimana kita membangun komunikasi keluarga yang penuh kasih, setara, dan terbuka
Chapters
-
PRAKATA
-
BAB SATU MENGAPA PERNIKAHAN DINI MASIH TERJADI DI MADURA?
-
BAB DUA KOMUNIKASI KELUARGA DAN TEKANAN SOSIAL
-
BAB TIGA PERNIKAHAN DINI DAN STUNTING: BENANG MERAH YANG TERLUPAKAN
-
BAB EMPAT LUKA PSIKOLOGIS: GANGGUAN MENTAL PADA PASANGAN MUDA
-
BAB LIMA SUARA YANG SERING TERABAIKAN: PERSPEKTIF KOMUNIKASI
-
BAB ENAM JALAN KELUAR: EDUKASI, KOMUNIKASI, DAN HARAPAN BARU
-
BAB TUJUH PENUTUP
-
GLOSARIUM
-
DAFTAR PUSTAKA
-
PROFIL PENULIS
Downloads
References
Agoes, D., Hadiati, M., & Rahaditya, R. (2019). Why is the tradition of youth married sustained in the Madura region? ResearchGate.
Andayani, L. S. (2024). A premarital services education model of preventing stunting. AJRH (Asian Journal of Reproductive Health).
Arifin, Z., & Puspitasari, R. (2021). Community-based intervention for preventing child marriage in rural Indonesia. Journal of Community Empowerment, 5(2), 77–91. https://doi.org/ 10.21009/jce.v5i2.2134
Astuti, R., & Hidayah, N. (2022). Pernikahan dini dan dinamika komunikasi keluarga: Sebuah tinjauan psikososial. Jurnal Psikologi dan Konseling, 14(2), 134–148.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik pernikahan anak di Indonesia 2022. Jakarta: BPS.
Bappeda Provinsi Jawa Timur. (2025). Data dan laporan perkembangan stunting Provinsi Jawa Timur 2019–2024. (Dataset/profil pemerintah provinsi).
Bawono, Y., & Suryanto, S. (2019). Does Early Marriage Make Women Happy?: A Phenomenological Finding from Madurese Women. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 8(1). https://doi.org/10.12928/ jehcp.v8i1.12197
Bawono, Y., Suminar, D. R., & Hendriani, W. (2019). Low Education and Early Marriage in Madura: A Literature Review. The Journal of Educational Development, 7(3), 166-172. https://doi.org/10.15294/jed.v7i1.29283
Black, M. M., Walker, S. P., Fernald, L. C., Andersen, C. T., DiGirolamo, A. M., Lu, C., ... & Grantham-McGregor, S. (2017). Early childhood development coming of age: Science through the life course. The Lancet, 389(10064), 77–90. https://doi.org/ 10.1016/S0140-6736(16)31389-7
de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: A global perspective. Maternal & Child Nutrition, 12(S1), 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231
DetektifJatim. (2025, 24 April). Survei: Angka stunting penduduk Sumenep hampir 16,7% pada 2023 (liputan berita).
Dinas Kesehatan Jawa Timur. (2022). Laporan program pencegahan stunting di Jawa Timur. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2023 (PDF).
Dinkes Kabupaten Bangkalan / Pemerintah Kabupaten Bangkalan. (2023). Berita: Berhasil Turunkan Stunting, Pemkab Bangkalan Raih Penghargaan dari BKKBN. Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
FA Mufarroha. (2025). [Laporan/analisis]: Stunting frequency in the Madura area (SIMPELMAS PDF). Universitas Trunojoyo/Repo
Fitria, M. (2024). Education role in early marriage prevention. BMC Public Health. https://doi.org/10.1186/s12889-024-20775-4
FKM Universitas Jember. (2025). Mengungkap akar stunting di Madura: Tinggi ibu jadi faktor kunci ... (liputan/press release penelitian).
Geertz, C. (1989). Abangan, santri, priyayi dalam masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Gibb, J. R. (1961). Defensive communication. Journal of Communication, 11(3), 141–148.
Grantham-McGregor, S., Cheung, Y. B., Cueto, S., Glewwe, P., Richter, L., & Strupp, B. (2016). Developmental potential in the first 5 years for children in developing countries. The Lancet, 369(9555), 60–70.
Hasanah, N. (2021). Tradisi pernikahan dini di Madura: Antara budaya dan dampak psikososial. Surabaya: Pustaka Nusantara.
Hasibuan, R., & Sari, M. (2021). Best practices in preventing child marriage: Lessons from Indonesian villages. Journal of Social Development Studies, 9(2), 133–148. https://doi.org/ 10.21009/jsds.v9i2.2134
Headey, D., Heidkamp, R., Osendarp, S., Ruel, M., Scott, N., Black, R., Shekar, M., Bouis, H., Flory, A., Haddad, L., Walker, N., & Gowda, C. (2020). Impacts of COVID-19 on childhood malnutrition and nutrition-related mortality. The Lancet, 396(10250), 519–521.
Hidayah, I., et al. (2024). The role of parental child marriage in children's food security and stunting. Public Health Nutrition, (article). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11666496/
Hidayat, A. (2022). Peran tokoh agama dalam pencegahan stunting: Studi kasus di Jawa Timur. Jurnal Komunikasi Kesehatan Indonesia, 4(2), 77–89.
Hidayat, R., Suryani, N., & Fadilah, M. (2022). Evidence-based policy on child marriage prevention in East Java: The role of universities. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 155–167. https://doi.org/10.7454/jkki.v11i3.324
Hidayati, F., & Dewi, A. (2021). Cultural and economic determinants of child marriage in Madura. Jurnal Studi Gender Indonesia, 13(2), 145–162. https://doi.org/10.7454/jsgi.v13i2.108
Hoddinott, J., Alderman, H., Behrman, J. R., Haddad, L., & Horton, S. (2013). The economic rationale for investing in stunting reduction. Maternal & Child Nutrition, 9(S2), 69–82.
Hovland, C. I., Janis, I. L., & Kelley, H. H. (1953). Communication and persuasion: Psychological studies of opinion change. Yale University Press.
Illahi, R. K., & Muniroh, L. (2016). Gambaran sosio budaya gizi etnik Madura dan kejadian stunting balita usia 24–59 bulan di Bangkalan. Media Gizi Indonesia, 11(2), 135–143.
IOSR Journals. (2022). Stunting in Madura, Indonesia (Factors and Causes) (artikel/laporan).
Kemenkes RI. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). (2022). Laporan capaian Desa Ramah Anak 2022. Jakarta: KemenPPPA RI.
Komnas Perempuan. (2022). Catatan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Jakarta: Komnas Perempuan.
Kreps, G. L. (2015). Health communication inquiry and health promotion: A state of the art review. Journal of Health Communication, 20(7), 593–597. https://doi.org/10.1080/ 10810730.2015.1018632
Kurniawan, I., & Prabowo, P. S. (2022). The effect of education level and early marriage rate on poverty: Case study Madura Island. Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan), 7(1). https://doi.org/10.31002/rep.v7i1.64
Kusumawati, Y., & Indrayati, N. (2022). Stress levels among adolescent girls married at early age in East Java. Journal of Health and Behavioral Science, 4(2), 145–155. https://doi.org/10.20473/jhbs.v4i2.2022
Lestari, R., & Wulandari, A. (2020). Generalized anxiety disorder among early-married adolescent girls in Yogyakarta. Indonesian Journal of Psychology, 55(1), 33–44. https://doi.org/10.22146/ijpsy.2020.43219
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Kesehatan mental anak dan remaja. Jakarta: Kencana.
Lestari, S. (2020). Kepemimpinan lokal dan efektivitas program kesehatan berbasis komunitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 145–157.
Mahmudah, S. (2021). Komunikasi kesehatan dan resistensi budaya dalam pencegahan pernikahan dini. Jurnal Komunikasi dan Kesehatan, 9(2), 77–89.
Martorell, R., & Zongrone, A. (2012). Intergenerational influences on child growth and undernutrition. Paediatric and Perinatal Epidemiology, 26(S1), 302–314.
Matun Nadhiroh, A., Anifah, F., & Yumni, F. L. (2020). Phenomenology Study of Experiences and Reasons of Women Married Early in Kokop District, Bangkalan Madura. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 2(4). https://doi.org/10.61132/vitamin.v2i4.755
McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). London: Sage.
Melkote, S. R., & Steeves, H. L. (2015). Communication for development: Theory and practice for empowerment and social justice (3rd ed.). New Delhi: Sage.
Nabi, R. L. (2015). Emotional flow in persuasive health messages. Health Communication, 30(2), 114–124.
Nhampoca, J. M. (2024). Early marriage, education and mental health: experiences and outcomes. International Journal of Adolescent Health (review). https://www.ncbi.nlm.nih.gov /pmc/articles/PMC11199522/
Nugroho, W. (2022). Krisis komunikasi kesehatan publik di era pandemi COVID-19: Antara kebijakan dan kepercayaan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 33–48.
Nurhayati, S., Lestari, D., & Fadilah, R. (2022). Storytelling sebagai strategi komunikasi kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 14(2), 101–115. https://doi.org/10.7454/jkk.v14i2.320
Nurmala, I. (2020). Reasons for women to continue the tradition of early marriage in Sumenep. Jurnal Regional/Redalyc. https://www.redalyc.org/
Nutbeam, D., & Muscat, D. M. (2021). Health promotion glossary 2021. Health Promotion International, 36(6), 1578–1598. https://doi.org/10.1093/heapro/daab067
Open Data Provinsi Jawa Timur. (2025). Dataset Prevalensi Stunting (2024). Portal data publik Jawa Timur.
Perpres Republik Indonesia No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Portal JTV / DetikJatim. (2025). Berita: Angka Stunting Jatim Terus Menurun, Madura Jadi Perhatian Khusus.
Pourtaheri, A. (2025). Child marriage and its consequences for adolescent mental health. Journal of Adolescent Research, 2025.
Pourtaheri, A., et al. (2023). Prevalence and factors associated with child marriage: A global review. BMC Women's Health, 23, Article. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02634-3
Prasetyo, A., & Sari, D. (2021). Digital health innovation to support adolescent reproductive health education in Indonesia. Health Informatics Journal, 27(4), 1–12. https://doi.org/10. 1177/1460458221101234
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.
PUSKAPA, BPS, Bappenas, & UNICEF. (2020). Prevention of Child Marriage: Acceleration that Cannot Wait. UNICEF Indonesia.
Pustaka Kebijakan Jawa Timur. (2024). Profil dan laporan program penurunan stunting di kabupaten/kota Jawa Timur (kompilasi dokumen).
Putri, A., & Yulianto, B. (2020). Young parents and communication immaturity: Risks for family conflict and child development. Journal of Family Communication Research, 5(2), 87–102.
Rah, J. H., Christian, P., Shamim, A. A., Arju, U. T., Labrique, A. B., Rashid, M., ... & West Jr, K. P. (2021). Pregnancy and lactation hinder growth and nutritional status of adolescent girls in rural Bangladesh. The Journal of Nutrition, 141(4), 627–635.
Rahayu, D., Putri, S., & Arifin, Z. (2021). Psychological distress in early married adolescents in Indonesia. Journal of Adolescent Research, 36(4), 453–470. https://doi.org/10.1177/07435 58420976532
Rahman, A. (2021). Marriage pressure and psychological distress among adolescent wives in Madura. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 155–168.
Rahmawati, N., Sari, P., & Wibowo, D. (2022). Supportive family communication and its effects on adolescent resilience. Asian Journal of Child and Family Studies, 4(3), 144–159. https://doi.org/10.1080/ajcfs.2022.0043
Ratnaningsih, et al. (2022). Reducing child marriages through conditional cash transfers: Evidence from Indonesia. Kemenkopm evaluation report.
ResearchGate. (2020). Regional disparities of stunted toddler in Madura Island, Indonesia (paper).
Ridwan, M., Susanto, H., & Rahmawati, D. (2021). Tradisi Abhakalan dan implikasinya dalam praktik pernikahan anak di Madura. Jurnal Sosiologi Reflektif.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). New York: Free Press.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill.
Satudata Pamekasan. (n.d.). Data stunting Kabupaten Pamekasan (portal data kabupaten).
Sudfeld, C. R., Charles McCoy, D., Danaei, G., Fink, G., Ezzati, M., Andrews, K. G., ... & Fawzi, W. W. (2015). Malnutrition and childhood mortality among children referred to community health workers in rural Ethiopia. The American Journal of Clinical Nutrition, 101(3), 572–579.
Sulastri, M. (2023). Persepsi ibu muda terhadap penyuluhan gizi dan kasus stunting di Madura. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 12(3), 188–197.
Suryani, I., & Dewi, F. (2020). Efektivitas komunikasi kesehatan melalui tokoh masyarakat di pedesaan. Jurnal Ilmu Komunikasi Pedesaan, 5(1), 25–40.
Sutrisno, A. (2021). Konflik rumah tangga pada keluarga muda dengan pernikahan dini. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(1), 77–89.
Sutrisno, A. (2021). Peran tokoh masyarakat dalam program kesehatan desa: Sebuah studi sosiologis. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(1), 65–82.
TPPS Kabupaten Bangkalan. (2024). Strategi dan inovasi TPPS Kabupaten Bangkalan dalam percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
UNICEF. (2020). Child marriage: A statistical overview.
UNICEF. (2021). Child marriage in Indonesia: Progress on ending child marriage 2018–2020. Jakarta: UNICEF Indonesia.
UNICEF. (2021). Child marriage in Indonesia: Progress on ending child marriage 2018–2020. Jakarta: UNICEF Indonesia.
UNICEF. (2021). Improving young children’s diets during the complementary feeding period. New York: UNICEF.
UNICEF. (2021). Strategic communication framework for ending preventable maternal, newborn and child deaths. Jakarta: UNICEF Indonesia.
UNICEF. (2022). The state of the world’s children 2022: Children, food and nutrition. New York: UNICEF.
Victora, C. G., Christian, P., Vidaletti, L. P., Gatica-Domínguez, G., Menon, P., & Black, R. E. (2021). Revisiting maternal and child undernutrition in low-income and middle-income countries: Variable progress towards an unfinished agenda. The Lancet, 397(10282), 1388–1
Wahyuni, N., & Rahman, M. (2022). Media lokal dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat pedesaan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 55–70. https://doi.org/10.20473/jik. v20i1.4502
Wardhani, L., Pratama, H., & Yuliani, R. (2022). Psychological impact of early marriage on adolescent girls in rural Indonesia. Asian Journal of Social Health, 6(3), 210–225. https://doi.org/10. 1080/ajsh.2022.0038399.
WHO. (2020). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2020 edition of the joint child malnutrition estimates. Geneva: WHO.
Wicaksono, H., & Dewi, S. (2023). Open and empathetic family communication: Reducing adolescent anxiety in Indonesia. Journal of Youth Mental Health, 6(1), 51–66. https://doi.org /10.1177/2345678923110012
Wiwien, et al. (2023). Child marriages in Indonesia increase women's depression. Monash Lens. https://lens.monash.edu/ @business-economy/2023/05/31/1385774
World Health Organization. (2020). Risk communication and community engagement (RCCE) action plan guidance COVID-19 preparedness and response. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Guideline on preventing early marriage and supporting adolescent health. Geneva: WHO.
Yayasan Kesehatan Perempuan. (2022). Evaluasi aplikasi edukasi kesehatan remaja di Sumenep. Jakarta: YKP.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.