BEHIND THE DECISION: Klenik sebagai Hidden Culture Politik Indonesia
Keywords:
BEHIND THE DECISION, Hidden Culture, Politik Indonesia, KlenikSynopsis
Politik sering dipahami sebagai arena rasional yang digerakkan oleh strategi, kepentingan, dan kalkulasi kekuasaan. Namun dalam realitas Indonesia, keputusan politik tidak selalu lahir dari ruang-ruang formal dan logika teknokratis semata. Ada wilayah lain yang bekerja secara senyap: kepercayaan, simbol, ritual, dan praktik klenik yang berakar kuat dalam budaya masyarakat.
Buku Ritual di Balik Keputusan: Klenik sebagai Budaya Politik mengajak pembaca menelusuri sisi yang jarang dibicarakan dari dunia kepemimpinan dan kekuasaan. Klenik tidak ditempatkan sebagai fenomena sensasional, melainkan sebagai bagian dari konstruksi sosial yang membentuk cara pandang pemimpin, elite politik, dan masyarakat. Dalam banyak situasi, praktik ini berfungsi sebagai sumber legitimasi, alat pencitraan, bahkan strategi psikologis dalam pengambilan keputusan.
Melalui pendekatan historis, antropologis, dan politik, buku ini membahas bagaimana praktik mistis hadir sejak era kerajaan, bertahan di masa kolonial, hingga beradaptasi dalam sistem politik modern. Pembaca diajak melihat bagaimana ritual, simbol, dan narasi karisma digunakan untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat otoritas, serta mempengaruhi arah kebijakan.
Di sisi lain, buku ini juga mengupas risiko yang muncul ketika klenik bersinggungan dengan kekuasaan: manipulasi, pembenaran kebijakan yang tidak rasional, serta melemahnya transparansi dan akuntabilitas publik. Ketegangan antara rasionalitas modern dan warisan tradisi menjadi benang merah yang menunjukkan bahwa politik Indonesia tidak pernah berdiri di satu kutub saja.
Buku ini bukan upaya untuk menolak atau membenarkan praktik klenik, melainkan untuk memahaminya secara kritis sebagai bagian dari budaya politik. Dengan memahami konteksnya, pembaca diharapkan mampu melihat kepemimpinan Indonesia secara lebih utuh tidak hanya dari kebijakan yang terlihat, tetapi juga dari nilai, keyakinan, dan praktik yang bekerja di balik keputusan.
Chapters
-
KATA PENGANTAR
-
DAFTAR ISI
-
BAB I PENDAHULUAN: POLITIK, KEPERCAYAAN, DAN RUANG TAK KASAT MATA
-
BAB II MEMAHAMI KLENIK: KONSEP, ISTILAH, DAN PERSPEKTIF ILMIAH
-
BAB III SEJARAH KLENIK DALAM STRUKTUR KEKUASAAN NUSANTARA
-
BAB IV POLITIK MODERN DAN WARISAN TRADISI MISTIS
-
BAB V RITUAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN POLITIK
-
BAB VI PENCITRAAN MISTIS DALAM KEPEMIMPINAN
-
BAB VII KLENIK, BUDAYA POPULER, DAN OPINI PUBLIK
-
BAB VIII ETIKA, AGAMA, DAN KLENIK DALAM KEPEMIMPINAN
-
BAB IX DAMPAK SOSIAL DAN POLITIK PRAKTIK KLENIK
-
BAB X MASA DEPAN POLITIK INDONESIA: RASIONALITAS, TRADISI, DAN TRANSFORMASI
-
DAFTAR PUSTAKA
-
PROFIL PENULIS
Downloads
References
Anderson, B. (2006). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
Geertz, C. (1980). Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali. Princeton: Princeton University Press.
Scott, J. C. (1998). Seeing Like a State: How Certain Schemes to Improve the Human Condition Have Failed. New Haven: Yale University Press.
Weber, M. (1978). Economy and Society. Berkeley: University of California Press.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings. New York: Pantheon Books.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality. New York: Anchor Books.
Durkheim, E. (1912/2001). The Elementary Forms of Religious Life. Oxford: Oxford University Press.
Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Cambridge: Harvard University Press.
Haryatmoko. (2016). Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: Kompas.
Latif, Y. (2011). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.
Magnis-Suseno, F. (1999). Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Jakarta: Gramedia.
Dhakidae, D. (2003). Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia.
Aspinall, E., & Mietzner, M. (2010). Problems of Democratisation in Indonesia. Singapore: ISEAS.
Hadiz, V. R. (2010). Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia. Stanford: Stanford University Press.
Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press.
Tilly, C. (2007). Democracy. Cambridge: Cambridge University Press.
Huntington, S. P. (1991). The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century. Norman: University of Oklahoma Press.
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.