MANAJEMEN ORGANISASI KELUARGA: SERI MEMBANGUN WARISAN SINERGIS KELUARGA (SYNERGISTIC FAMILY LEGACY)
Keywords:
MANAJEMEN, KELUARGA, SYNERGISTIC FAMILY LEGACYSynopsis
Apakah keluarga Anda hanya meninggalkan harta dan kenangan, atau membangun warisan sinergis yang menggerakkan peradaban?
Banyak keluarga terjebak dalam pola lama: hubungan penuh konflik, komunikasi dingin, atau sekadar saling menerima tanpa arah. Hasilnya? Generasi berikutnya harus selalu mulai dari nol. Pertanyaannya: apakah Anda rela anak-cucu Anda hanya mewarisi masalah, bukan kekuatan?
Buku ini menantang orang tua dengan dengan anak usia kuliah hingga dewasa, untuk berani melakukan pergeseran mendasar: dari hubungan kontrol menjadi kemitraan, dari komunikasi instruktif menjadi komunikasi setara, dari sekadar membesarkan anak menjadi membangun roadmap profesional antar generasi. Sinergi orang tua–anak tidak lagi cukup berbasis kasih sayang, melainkan harus naik kelas menjadi hubungan profesional yang melahirkan kolaborasi strategis.
Melalui kerangka 5 Level Warisan Hubungan Keluarga—dari konflik, dingin, saling menerima, kolaboratif, hingga puncaknya sinergis—buku ini menunjukkan bagaimana setiap keluarga bisa membangun Synergistic Family Legacy yang nyata. Tidak berhenti di teori, Anda akan menemukan bagaimana warisan keluarga bisa disusun sebagai professional roadmap, bagaimana posisi orang tua dan anak dapat dikolaborasikan lintas profesi (knowledge master, financial master, leadership master, sales & marketing, hingga entrepreneur), serta bagaimana peran pemimpin keluarga menjadi kunci keberlanjutan peradaban keluarga.
Provokatif, menohok, dan membuka mata, buku ini mengingatkan: tanpa sinergi, keluarga hanya jadi beban generasi berikutnya; dengan sinergi, keluarga menjadi mesin peradaban yang tak pernah berhenti melahirkan legacy.
Chapters
-
RANCANGAN 3 BUKU MANAJEMEN ORGANISASI KELUARGA
-
KATA PENGANTAR PENULIS
-
DAFTAR ISI
-
BAGIAN PENDAHULUAN ROLLER COASTER PERADABAN
-
BAB 01. WARISAN SINERGIS KELUARGA (SYNERGISTIC FAMILY LEGACY)
-
BAB 02. SEMUA DIMULAI DARI TUJUAN AKHIR WARISAN SINERGI KELUARGA
-
BAB 03. HUBUNGAN EMOSIONAL & RASIONAL ORANG TUA & ANAK
-
BAB 04. HUBUNGAN PROFESIONAL ORANG TUA DAN ANAK
-
BAB 05. WARISAN SINERGIS KELUARGA: PROFESSIONAL ROADMAP ANTAR GENERASI
-
BAB 06. LEVEL 1: WARISAN HUBUNGAN PENUH KONFLIK
-
BAB 07. LEVEL 2: WARISAN HUBUNGAN YANG DINGIN
-
BAB 08. LEVEL 3: WARISAN SALING MENERIMA KEKURANGAN
-
BAB 09. LEVEL 4: WARISAN HUBUNGAN KOLABORATIF
-
BAB 10. LEVEL 5: WARISAN HUBUNGAN SINERGIS
-
BAB 11. SINERGISTIC RELATION ORANG TUA DAN ANAK (DEWASA)
-
BAB 12. SUDUT PANDANG ANAK TERHADAP ORANG TUANYA MEMBANGUN WARISAN SINERGI KELUARGA
-
BAB 13. SUDUT PANDANG ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA MEMBANGUN WARISAN SINERGI KELUARGA
-
BAB 14. PERAN PEMIMPIN DALAM MEMBANGUN WARISAN SINERGIS KELUARGA
-
DAFTAR PUSTAKA
-
PROFIL PENULIS
Downloads
References
Amalia, D., et al. (2024). Peran orang tua dalam pendidikan anak: Membangun kolaborasi efektif dengan sekolah. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2217–2227. https://ejournal.lumbungpare.org/index.php/maras/article/download/593/490
Armstrong, T. (2019). Multiple intelligences in the classroom (4th ed.). ASCD.
Berk, L. E. (2018). Development through the lifespan (7th ed.). Pearson.
Covey, S. R. (2020). The 7 habits of highly effective people: 30th anniversary edition. Simon & Schuster.
Fathanah, F., & Sulistyarini, S. (2020). Analisis yuridis gugatan anak terhadap orang tua dalam perspektif hukum keluarga Islam. Jurnal Ilmiah Hukum, 5(2), 45–60. https://ejournal.stih-awanglong.ac.id/index.php/juris/article/download/1409/828/
FPSI UM. (2025). Kuliah tamu psikologi perkembangan: Dinamika psikologi dewasa dan orang tua. Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah. https://fpsi.um.ac.id/kuliah-tamu-psikologi-perkembangan-2-tentang-dinamika-psikologi-dewasa-dan-orang-tua/
Ginting, I. B. (2023). Strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam menghadapi anak broken home. Universitas Medan Area.
Hasbullah. (2006). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Isna Br Ginting. (2023). Strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam menghadapi anak broken home. Universitas Medan Area.
Jawa Pos. (2025). 7 perilaku orang dewasa yang tumbuh minim afeksi: Begini dari perspektif psikologi. https://www.jawapos.com/kepribadian/016406311/7-perilaku-orang-dewasa-yang-tumbuh-minim-afeksi-begini-dari-perspektif-psikologi/
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan pengelolaan konflik dalam keluarga. Prenada Media Group.
Lubongga, N. L. (2011). Memahami dasar-dasar konseling dalam teori dan praktek. Kencana Prenada Media Group.
Rahman, A. (2025). 7 perilaku orang dewasa yang tumbuh minim afeksi, begini dari perspektif psikologi. JawaPos.
Suriyansyah. (2014). Kunci kolaborasi keluarga dengan sekolah. Direktorat SMA. https://sma.dikdasmen.go.id/data/files/ buku/Kunci%20Kolaborasi%20Keluarga%20dengan%20Sekolah%202020.pdf
Telaumbanua, L. (2024). Strategi penyelesaian konflik orang tua dan remaja pada suku Jawa. Universitas Medan Area. https://repositori.uma.ac.id/jspui/bitstream/123456789/25286/1/098600085%20-%20Libriani%20Telaumbanua%20Fulltext.pdf
Universitas Airlangga. (2025). Tentang dinamika psikologi dewasa dan orang tua. Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Unpad. (2021). Kasus anak gugat orang tua merupakan pelanggaran norma. Universitas Padjadjaran. https://www.unpad.ac.id/2021/01/kasus-anak-gugat-orang-tua-merupakan-pelanggaran-norma/
Wildmon, M. E., Anthony, K. V., & Kamau, Z. J. (2024). Identifying and navigating the barriers of parental involvement in early childhood education. Current Issues in Education, 25(1), 1–13.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.