DARI ANGIN: Hujan di Rambutmu
Keywords:
sastra, cerpenSynopsis
Ketika berada di dalam ruang kreatif dan harus mengalami pertarungan imajinatif, maka tak ada yang benar-benar ikhlas mengejawantahkannya. Sebab, menyalin persoalan berarti menggunting rasa yang pernah dirahasiakan. Namun, potret kumpulan cerita pendek ini mengisyaratkan, bahwa jejak sastra akan terus membekas di rumah (PBSI) tercinta itu.
Gregorius Nggadung, S.Pd., M.Li. (Alumni PBSI Undana).
Bagi saya, tak sulit menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para penulis. Menulis bukan sekadar tulis, tetapi menguji rasa yang diperebutkan oleh para pembaca. Para penulis cerita pendek dalam buku ini telah memenangkan itu. Tak ada kekaguman lain, selain membaca keadaan yang telah terkirim, sehingga saya melihat itu pada judul buku ini. Pada bagian akhir, saya telah melihat hujan di pipimu dan angin yang terus membisik itu.
Chapters
-
Pengantar
-
Daftar Isi
-
Angin yang Terbenam
-
Aku Melati
-
Bisikan dari Kebun Jagung
-
Hanyalah Kalung
-
Potret Anting
-
Tak Tahu, Hanya Sebuah Sabun
-
Sebelum Kembali Membohongi Diri
-
Rusli, Maksi, dan Ibu yang Baik Hati
-
Jejak Modern di Tanah Leluhur
-
Jiwa yang Terlupakan
-
Profil Penulis
Downloads
References
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.