NUMPANG
Keywords:
NUMPANG, PUISISynopsis
Numpang adalah kumpulan puisi kilat yang lahir dari ruang-ruang sederhana Asrama Putri Santa Rosa De Lima, Ngabang, Kalimantan Barat. Ditulis dalam rentang dua hari yang tampak biasa—Rabu dan Kamis, 23–24 April 2025—buku ini merekam momen ketika sekelompok mahasiswi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo belajar berhenti sejenak, mendengarkan diri, dan menjahit titik-titik pengalaman hidup mereka menjadi kata.
Puisi-puisi dalam Numpang tumbuh dari kesederhanaan hidup berasrama: rindu pada rumah, percakapan sunyi dalam doa, tawa dan tangis bersama sahabat, ingatan akan ibu, tubuh yang lelah, hingga perasaan-perasaan kecil yang sering luput dicatat. Tanpa pretensi menjadi rumit atau bergaya, puisi-puisi ini mengalir jujur dan lembut—seperti embun pagi yang hadir diam-diam, namun menyisakan kejernihan.
Judul Numpang menjadi metafora penting: puisi-puisi ini seolah hanya “menumpang lewat”, tidak memaksa untuk dikagumi, melainkan mengajak pembaca untuk mendengarkan. Di tengah dunia akademik dan kehidupan digital yang serba cepat, buku ini menjadi bentuk perlawanan lembut—sebuah penegasan bahwa ruang batin masih ada, dan keheningan masih bisa melahirkan makna.
Disusun dengan penyuntingan yang menjaga suara asli para penulis muda, Numpang bukan sekadar kumpulan karya sastra, melainkan catatan kemanusiaan. Ia dapat dibaca oleh siapa pun: orang tua yang ingin memahami isi hati anak-anaknya, para pendidik yang ingin mengenal batin mahasiswanya, sesama mahasiswa yang merasa “aku juga merasakannya”, atau pembaca umum yang rindu pada suara-suara jujur.
Numpang adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kebisingan, membuka diri, dan merasakan bahwa dalam kesederhanaan hidup, selalu ada kedalaman yang tak terduga—dan mungkin, pantulan suara hati kita sendiri.
Chapters
-
Kata Pengantar
-
Daftar isi
-
Cangkir Bening
-
Dapur Makan
-
Spidol
-
Kursi
-
Tumpangan
-
Bangunan Penuh Makna
-
Perasaan Pagi Ku
-
Kamar
-
Kuliah Neraka atau Surga?
-
Ibu Tercinta
-
Teman Sekamar
-
Kamar
-
Bangunan Bertingkat
-
Rumah Kedua
-
Kehangatan
-
Panasnya
-
Bangun Tidur
-
Tugasku
-
Saya dan Malam
-
Ritual Subuh
-
Senja Sore
-
Rosa De Lima
-
Kupu-kupu
-
Foto
-
Puisi
-
Malam Ini
-
Selimut Ku
-
Lampu
-
Malam
-
Ke Mana Penaku
-
Dinding
-
Jerawat
-
Kasur
-
Asrama
-
Balkon
-
Benda Sejuta Makna
-
Selimutku
-
Satu Atap
-
Kopi Dingin
-
Beng-Beng Kecilku
-
Api Kompor
-
Langit
-
Ngantuk
-
Ayah
-
Lampu
-
Merindu Doa
-
Bantalku
-
Pena Hitam
-
Kawan
-
Bantalku
-
Mama
-
Wi-Fi
-
Terima Kasih Teman
-
Untuk Ketenangan
-
"Menahan Kencing"
-
Kampung Tengah
-
Menyengat
-
Es Teh
-
Di Mana Ada Jarum, Di Situ Ada Benang
-
Rumah Ku
-
Biografi Penulis
Downloads
References
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.