DARI SENTUHAN KE KARYA: KARYA Ekspresi Motorik Anak
Keywords:
PENDIDIKAN ANAK USIA DINISynopsis
Buku berjudul “Dari Sentuhan ke Karya: Ekspresi Motorik Anak” ini disusun dengan tujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pengembangan ekspresi motorik anak usia dini melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Perkembangan motorik merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan anak usia dini karena berkaitan erat dengan kemampuan anak dalam menggerakkan anggota tubuh, mengoordinasikan gerak, mengekspresikan perasaan, serta mengembangkan potensi diri secara optimal. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu memahami tahapan serta bentuk stimulasi yang tepat agar perkembangan motorik anak dapat berkembang secara seimbang.
Buku ini akan membahas tentang ekspresi motorik anak melalui empat kegiatan utama, yaitu seni, bermain balok, kegiatan menulis atau pra-menulis, serta bermain peran. Kegiatan seni memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan ide, emosi, dan imajinasinya melalui gerak, warna, dan bentuk. Bermain balok menjadi sarana yang efektif untuk melatih motorik halus, koordinasi tangan dan mata, serta kemampuan berpikir logis dan konstruktif. Kegiatan menulis dan pra-menulis berperan dalam melatih kesiapan belajar anak, khususnya dalam mengembangkan keterampilan motorik halus yang dibutuhkan pada jenjang pendidikan selanjutnya. Sementara itu, bermain peran memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri melalui gerak tubuh, bahasa, serta interaksi sosial dengan teman sebayanya.
Kehadiran buku ini dapat menjadi sumber bacaan dan referensi yang bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa PIAUD, pendidik anak usia dini, serta pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan anak. Melalui pemahaman tentang tahapan ekspresi motorik anak dan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran, diharapkan pendidik mampu merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak usia dini, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan bermakna.
Chapters
-
KATA PENGANTAR
-
DAFTAR ISI
-
BAB 01 TEORI DASAR PERKEMBANGAN EKSPRESI MOTORIK ANAK
-
BAB 02 SENI SEBAGAI EKSPRESI MOTORIK ANAK
-
BAB 03 BALOK DAN PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN HALUS
-
BAB 04 TULISAN SEBAGAI EKSPRESI MOTORIK ANAK
-
BAB 05 BERMAIN PERAN: EKSPRESI MOTORIK DALAM SOSIALISASI
-
BAB 06 MENGINTEGRASIKAN SENI DAN BALOK DALAM PEMBELAJARAN MOTORIK
-
BAB 07 MENYUSUN KARYA SENI UNTUK MENGEMBANGKAN EKSPRESI MOTORIK
-
BAB 08 MENULIS SEBAGAI ALAT EKSPRESI MOTORIK ANAK
-
BAB 09 BERMAIN PERAN DAN PENGEMBANGAN SOSIAL ANAK
-
BAB 10 PENUTUP
-
DAFTAR PUSTAKA
Downloads
References
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (2020). Pedoman Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Hurlock, E. B. (2016). Perkembangan Anak (Edisi Revisi). Jakarta: Erlangga.
Kemendikbud Republik Indonesia. (2018). Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemendikbud.
Khadijah. (2017). Pengembangan Motorik Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing.
Latif, M., Zukhairina, Zubaidah, R., & Afandi, M. (2016). Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Mayar, F. (2019). Perkembangan Sosial Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia Group.
Montolalu, B. E. F., dkk. (2017). Bermain dan Permainan Anak. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Sujiono, Y. N. (2018). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.
Suyadi & Ulfah, M. (2017). Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wiyani, N. A. (2016). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.
1..Lowenfeld, V., & Brittain, W. L. (1987). Creative and Mental Growth. New York: Macmillan Publishing Company.
2Gardner, H. (1999). Intelligence Reframed: Multiple Intelligences for the 21st Century. New York: Basic Books.
3.Wallas, G. (1926). The Art of Thought. London: Jonathan Cape.
4.Eisner, E. W. (2002). The Arts and the Creation of Mind. New Haven: Yale University Press.
5.Gallahue, D. L., & Ozmun, J. C. (2006). Understanding Motor Development: Infants, Children, Adolescents, Adults. New York: McGraw-Hill.
6. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Damayanti, E., & Nasrul, M. A. (2020). Capaian perkembangan fisik motorik dan stimulasinya pada anak usia 3–4 tahun. As Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 67–80.
Safitri, L. (2022). Perkembangan kemampuan motorik halus anak usia dini 5–6 tahun melalui kegiatan memegang pensil. Indonesian Journal of Early Childhood, 4(2), 492–502.
Ratna Meikawati, P., Setyowati, A., & Jannah, M. (2024). Faktor faktor yang memengaruhi perkembangan motorik kasar pada anak usia toddler (1 3 tahun) di wilayah Puskesmas Kota Pekalongan. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, 11(2), 177–186.
Agustina, D. A., Miranda, D., & Lukmanulhakim, L. (2024). Methods of fine motor development in 5–6 year old children at TK Tunas Cahaya Kubu Raya. Journal of Early Childhood Development and Education, 1(2), 36–43.
Purwanti, A. (2025). Perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan aktivitas fisik: A literature review. Jurnal Pendidikan Dasar dan Aktifitas Jasmani, 4(2), 1–10.
Adatul’aisy, R., Puspita, A., Abelia, N., & Apriliani, R. (2025). Perkembangan kognitif dan motorik anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran. Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Haliza, N., & Fitrianingtyas, A. (2020). Perkembangan fisik motorik anak usia dini: teori dan praktik. Jakarta: Kencana.
Lisa, M., Mustika, A., & Lathifah, N. S. (2020). Alat permainan edukasi (APE) meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia 4 6 tahun. Jurnal Kesehatan, 11(1), 125 132.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.