BABAD GIYANTI JILID 2 PERSEKUTUAN YANG PECAH

Authors

Bambang Khusen Al Marie
Islamic University of Indonesia image/svg+xml

Keywords:

BABAD GIYANTI JILID 2 PERSEKUTUAN YANG PECAH

Synopsis

Setelah menobatkan diri sebagai raja tanah Jawa Pangeran Mangkubumi berkeraton di Kabanaran, sebuah desa di wilayah Mataram sehingga beliau dikenal dengan nama Susuhunan Kabanaran atau Sang Raja Kabanaran.

Pemerintah kolonial Kumpeni VOC dan negeri Surakarta terus berusaha memukul Sang Raja Kabanaran dengan berbagai cara. Pasukan terus dikirim dari Betawi dengan mengerahkan serdadu Kumpeni Belanda dan prajurit bayaran dari wilayah timur seperti Bugis, Bali dan Ternate. Namun setiap kali diserang kubu Sang Raja Kabanaran selalu bangkit kembali. Kian hari pasukan Raja Kabanaran semakin kuat. Beberapa komandan Kumpeni dan pasukannya harus menemui ajal di tangan pasukan Raja Kabanaran.

Kekuasaan Raja Kabanaran semakin luas. Lebih separuh wilayah negeri Surakarta telah mereka kuasai. Para pembesar Kumpeni dibuat pusing oleh perlawanan Raja Kabanaran yang seolah tak dapat dipadamkan. Kumpeni pun membuka opsi untuk berdamai dan menawarkan separuh negeri kepada Sang Raja Kabanaran. Namun Sang Raja tidak mau duduk di meja perundingan. Pilihannya hanya satu: melawan sampai menang.

Gubernur Pantai Timur Pulau Jawa Baron von Hohendorff kemudian memakai siasat licik untuk menghentikan perlawanan Raja Kabanaran. Dia berusaha memecah persekutuan antara Sang Raja dan patihnya, Pangeran Mangkunagara. Berbagai janji dan hadiah dia kirimkan agar Pangeran Mangkunagara mau melawan sang mertua. Akankah usaha Baron Hohendorff membuahkan hasil?

Terus simak kisahnya dalam buku ini.

Chapters

  • PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • 46. Pangeran Mangkunagara Mendapat Perintah Menyerang Kota Surakarta
  • 47. Peperangan Di Pagelen
  • 48. Sinuhun Kabanaran Membuat Candaan Kepada Pasukan Yang Kalah Perang Di Pagelen
  • 49. Madura Geger Karena Perbuatan Adipati Puger, Barisan Kumpeni Di Pokak Dibubarkan
  • 50. Pangeran Adiwijaya Ditugaskan Memperluas Wilayah Ke Kedhu
  • 51. Raja Surakarta Mendesak Kumpeni Agar Segera Menyelesaikan Perang
  • 52. Perjalanan Pasukan Kumpeni Ke Mataram Dan Peperangan Di Sepanjang Jalan
  • 53. Sang Raja Kabanaran Meninggalkan Keraton Dan Mengungsi Ke Tanah Sukawati
  • 54. Utusan Dari Surakarta Berangkat Ke Betawi
  • 55. Gubernur Hohendorff Dan Utusan Dari Surakarta Berada Di Betawi
  • 56. Gubernur Hohendorff Diperbantukan Ke Banten
  • 57. Hohendorff Kembali Dari Betawi Karena Khawatir Musuh Akan Kembali Menyerang
  • 58. Peristiwa Pengkianatan Tumenggung Mangkupraja Di Kedu
  • 59. Peperangan Di Gowong
  • 60. Peperangan Di Pagelen Dan Malaran
  • 61. Pasukan Raja Kabanaran Mengepung Benteng Ungaran Di Pagelen
  • 62. Peperangan Di Ambal Dan Di Jenar
  • 63. Di Ungaran Ada Bantuan Datang Dari Semarang
  • 64. Pasukan Kumpeni Meninggakan Yogyak Untuk Bergabung Ke Kedu
  • 65. Sunan Kabanaran Berada Di Markas Banyuurip Menerima Aduan Adipati Pekalongan
  • 66. Sang Raja Kabanaran Berangkat Dari Pagelen Dan Berhenti Di Telagawana
  • 67. Tumenggung Arungbinang Memburu Pangeran Purubaya Di Tanah Pagelèn
  • 68. Sunan Kabanaran Melanjutkan Perjalanan Menyerang Negeri Pekalongan
  • 69. Sang Raja Kabanaran Bersiap Menyerang Pemalang Dan Tega
  • 70. Sang Raja Kabanaran Akan Berbesan Dengan Pangeran Natakusuma
  • 71. Tumenggung Arungbinang Kehilangan Akal
  • 72. Sunan Kabanaran Kembali Ke Mataram, Pekalongan Direbut Lagi Oleh Kumpeni
  • 73. Tumenggung Arungbinang Ditemui Sang Ratna Dari Bulupitu
  • 74. Di Mataram Dilaksanakan Acara Temu Penganten Pangeran Angabei Dan Raden Ayu Amadulah
  • 75. Sultan Banten Tubagus Buang Minta Perlindungan Kepada Sang Raja Kabanaran
  • 76. Adipati Cebolang Di Surabaya Melawan Kumpeni Lalu Meminta Bantuan Sunan Kabanaran
  • 77. Sunan Kabanaran Berangkat Menaklukkan Wilayah Timur
  • 78. Adipati Suradiningrat Tewas Jatuh Dari Kuda Saat Bersiap Menghadapi Serangan Pangeran Mangkunagara
  • 79. Pasukan Sunan Kabanaran Tiba Di Ponorogo
  • 80. Raden Mangkuwijaya Dan Tumenggung Jayadirja Tewas Melawan Kumpeni Dalam Perang Di Kedu
  • 81. Para Adipati Wilayah Timur Menghadap Sunan Kabanaran Di Ponorogo
  • 82. Sang Raja Kabanaran Melanjutkan Perjalanan Memukul Surabaya
  • 83. Sang Raja Kabanaran Bermarkas Di Kartasana Melatih Para Prajurit
  • 84. Peperangan Di Wilayah Barat, Pasukan Sunan Kabanaran Dibantu Sultan Banten
  • 85. Pangeran Adiwijaya Gugur Disergap Kumpeni Di Kaliabu
  • 86. Prajurit Sukawati Bertempur Melawan Prajurit Surabaya
  • 87. Sunan Kabanaran Urung Menyerang Surabaya Karena Dibujuk Adipati Madura
  • 88. Tumenggung Suradimenggala Jipang Dihukum Mati
  • 89. Sunan Kabanaran Menyesali Meninggalnya Pangeran Adiwijaya Dan Tumenggung Jayadirja
  • 90. Hubungan Pangeran Mangkunagara Dan Sunan Kabanaran Semakin Renggang
  • 91. Pangeran Adipati Buminata Menyerah Kepada Sang Raja Kabanaran
  • 92. Pangeran Mangkunagara Nyata Berpisah Dengan Sang Raja Kabanaran
  • PROFIL PENULIS

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Bambang Khusen Al Marie, Islamic University of Indonesia

Bambang Khusen Al Marie atau B.K. Al Marie, adalah seorang blogger yang mengkhususkan diri menulis terjemahan dan tafsir serat-serat Jawa klasik. Penulis yang lahir pada 22 Mei 1971 ini merupakan alumnus Universitas Islam Indonesia Jurusan Teknik Sipil. Lulus di tahun 1997 bersamaan dengan datangnya krisis moneter membuat penulis kesulitan mendapat pekerjaan. Untuk bertahan hidup penulis membuka bengkel pertukangan kayu. Usaha bengkel pertukangan kayu tersebut bertahan sampai sekarang dan menjadi sumber pokok penghasilan penulis.

Di sela-sela kesibukan sebagai tukang kayu penulis menekuni hobi membaca serat-serat Jawa klasik. Berbagai karya pujangga dari Surakarta penulis telaah, antara lain karya-karya KGPAA Mangkunagara IV, Raden Ngabehi Yasadipura I & II serta karya-karya Raden Ngabei Ranggawarsita. Penulis kemudian menuangkan dalam bentuk blog agar hasil telaah dapat dinikmati oleh banyak orang. Kini kumpulan tulisan dalam blog tersebut ditampilkan dalam bentuk buku. 

Beberapa buku yang telah terbit adalah:

1.       Kajian Serat Wedatama yang diterbikan Penerbit Kanaka Media, 2021, Surabaya.

2.       Babad Tanah Jawi Jilid 1-4, 2023-2024, Penerbit KBM Indonesia, Yogyakarta.

3.       Kumpulan Cerkak Ing Tapel Wates, 2024, Penerbit KBM Indonesia, Yogyakarta.

4.       Babad Giyanti jilid 1, 2025, Penerbit KBM Indonesia, Yogyakarta.

 

References

BABAD GIYANTI JILID 2 PERSEKUTUAN YANG PECAH

Published

February 21, 2026

Details about the available publication format: PREVIEW

PREVIEW

ISBN-10 (Discontinued)

978-634-278-177-7

ISBN-13 (15)

978-634-202-327-3

Physical Dimensions

How to Cite