ALLAH TIDAK NEPOTISME

Penulis

Riwu

Kata Kunci:

Allah, Gereja, Umat Kristen, Nepotisme Agama

Sinopsis

Kemudian seorang guru Hyper Grace bernama Ryan Rufus
berkata: semua dosa saya sudah dibereskan, semua dosa saya sudah
diampuni. Dan kalau anda berbuat dosa - oh, jauhkanlah kiranya hal
ini! – Tetapi kalau anda berbuat dosa…Ada kalanya saya berbuat
dosa. Maaf karena membuyarkan impian anda. Tetapi kadang kala
kita berbuat dosa, Okey? Kita tidak kehabisan keinginan untuk
berbuat dosa atau bahkan mengkhotbahkan izin untuk berbuat dosa.
Saya tidak mengenal seorang pun pengkhotbah kasih karunia yang
mengkhotbahkan izin untuk berbuat dosa – tak satu pun! Tetapi
meskipun seandainya kita berbuat dosa, jangan mulai memohon
pengampunan kepada Tuhan. Jangan mencoba untuk mengakui
dosa itu. Jangan bertobat dari dosa itu. Arahkanlah pandangan
anda kepada Yesus. Taruh iman anda di dalam Yesus. Teruslah
berjalan di dalama perjanjian Roh. Teruslah berjalan dalam ikat janji
kasih karunia. Teruslah deklarasikan pengampunan yang mutlak bagi
anda.2 Bahkan mereka menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk
mendukung dan menutupi kejatahan mereka. Salah satu ayat paling
favorit bagi mereka, adalah 1 Yoh 3:9 mencatat: “jika kita mengaku dosa kita, maka ia setia dan adil akan mengampuni dosa kita”. Yang
penting mengaku….tanpa pertobatan.

Pemahaman-pemahaman di atas, telah menuntun mereka kepada
harapan palsu akan pengampunan yang Allah berikan kepada mereka
yang melakukan dosa yang sama terus-menerus. Dengan harapan
palsu ini, telah memberikan keyakinan untuk lebih berani dan giat
dalam melakukan kejahatan. Seperti yang dikatakan nabi Yeremia:
“Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu,
membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak
kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah
yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat,
supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!” (Yer
7:9-10).

Jika demikian, apakah Allah bisa nepotisme dengan mereka yang
percaya kepada-Nya namun tanpa pertobatan? Buku dengan judul
“Allah Tida Nepotisme” akan menjawab berbagai pemahaman
murahan di atas. 

Bab

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Riwu

Maleachi Riwu
Lahir: Sabu Lobohede-Ntt, 21 Agustus 1980, Memiliki Seorang Istri yang cakap
dan empat orang anak (miracle, believe, blessing & meteor gad). Dari tahun
2007-2018 mengajar sebagai Dosen di STAK DIASPORA Wamena dan
beberapa stt. Pada tahun 2018-sekarang sebagai Ketua STAK DIASPORA
Wamena.

Referensi

Dr. R. Soedarmo, Kamus Istilah Teologi, Jakarta: BPK. Gunung Mulia, cet 18, thn 2008, hal 12

Michael L. Brown, Ph.D, Hyper Grace, Jakarta: Nafiri Gabriel, cet 1, thn 2015, 52

W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, cet.15, thn 1996, hl 674

ALLAH-TIDAK-NEPOTISME

Unduhan

Diterbitkan

10 Maret 2026

Detail monograf ini

ISBN-13 (15)

ISBN 978-623-5638-11-9

Dimensi Fisik